Gerilyawan Ancam Cuci Jalanan Baghdad dengan Darah Pemilih

Gerilyawan Ancam Cuci Jalanan Baghdad dengan Darah Pemilih

- detikNews
Rabu, 26 Jan 2005 13:31 WIB
Jakarta - Upaya menggagalkan Pemilu Irak terus berlangsung. Gerilyawan menyebarkan selebaran berisi ancaman akan mencuci jalan-jalan di Baghdad dengan darah para pemilih."Ini peringatan terakhir bagi mereka yang berencana untuk berpartisipasi dalam Pemilu. Kami menyerukan untuk mencuci jalan-jalan di Baghdad dengan darah para pemilih." Demikian isi selebaran tersebut seperti diberitakan New York Times, Rabu (26/1/2005).Isi selebaran itu juga memberikan peringatan kepada warga Irak untuk berada sekitar 500 yard dari tempat pemungutan suara. Sebab tempat-tempat tersebut potensial dijadikan target roket, mortir, dan bom mobil. Warga Irak juga dianjurkan menjauhi kaca-kaca jendela jika terjadi ledakan."Bagi mereka yang berpikir bisa memilih dan kemudian lari, kami akan membayangi dan menangkap kalian, dan kami akan memenggal kepala kalian, begitu juga dengan kepala anak-anak kalian."Selebaran itu disebarkan beberapa pria muda dari jendela mobil sedan hitam yang melaju di Jalan Madaris. Mereka kemudian berpapasan dengan polisi Irak. Baku tembak pun terjadi. Dua pria muda itu tewas. Sedangkan selebihnya melarikan diri setelah menewaskan tiga petugas polisi.Kelompok-kelompok gerilyawan telah menyerukan melakukan serangan untuk mengganggu Pemilu Irak. Dampak dari intimidasi itu belum diketahui hingga Pemilu berlangsung pada 30 Januari 2005.Sementara Pemerintah Irak mengharapkan 50 persen dari 14 juta pemilih yang memenuhi syarat bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu yang berlangsung pertama kalinya di Irak. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads