"Saat ini cukup, kondisinya cukup," kata Bambang di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Medeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat malam (2/1/2015).
Dia mengatakan kalau ada kekurangan maka pihaknya akan segera merekrut petugas ATC baru. Tapi, penambahan petugas ini tergantung kebutuhan. Artinya, kata Bambang, bukan berdasarkan waktu tertentu saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengakui jika pekerjaan seorang ATC tidak mudah. Selain kejelian, setiap ATC mesti punya konsentrasi tingkat tinggi. Karena tanggung jawabnya besar, maka seorang ATC harus punya jam kerja dan istirahat yang cukup. Dari segi penghasilan, petugas ATC juga punya gaji yang cukup besar.
"Sekarang saja kita bisa tiga kali shit ya. Kalau saat kerja 1,5 jam, saat istirahat 45 menit. Ganti-gantian saja. Dari penghasilan buat kategori radar rating itu Rp 15 juta per bulan. Bisa lebih dari itu," tuturnya.
Lantas, dari mana petugas ATC ini direkrut?
"Kan ada sekolah tinggi penerbangan. Ada yang lulusan dari Curug itu kita ambil," ujarnya.
Sebagai contoh Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten salah satu bandara dengan lalu lintas pesawat yang sibuk di dunia. Setiap harinya sekitar 2.000-an pesawat terbang di wilayah ATC bandara Cengkareng. Dengan jadwal ribuan penerbangan itu, pihak AirNav mengaku SDM yang ada masih mencukupi untuk mengatur lalu lintas di udara.
(hat/slm)










































