Ruangan tersebut memang luas. Selain itu, banyak sudut ruangan yang dipisahkan oleh sekat kaca itu masih terlihat kosong melompong.
Ahok sempat mengadakan rapat tertutup dengan jajaran internal TGUPP. Sesekali dari luar ruangan samar-samar terdengar nada suara mantan Bupati Belitung Timur tersebut meninggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dikatakannya usai meninjau ruang TGUPP dan BPTSP (Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) di lantai 18. Dia terlihat gemas lantaran seharusnya TGUPP tidak menghuni satu lantai sendiri.
"Itu nggak seharusnya 1 lantai sendiri dalam Pergub. Kalau menurut Pergubnya itu harus gabung 1 lantai sama BPTSP," tegasnya.
Selain kesal dengan luasnya ruangan yang tidak sebanding dengan karyawan di dalamnya, Ahok juga kesal dengan ketidaktersediaan CCTV di setiap sudutnya. Maka dia meminta Kadis Kominfo DKI yang baru dilantik hari ini, Ignasius Karunia untuk segera meninjau ulang serta memasang CCTV.
"Saya mau dipasang CCTV di sini. Mana di sini nggak ada CCTV. Kalau kantor pelayanan jasa nggak ada CCTV-nya bohong berarti itu semua kerjanya. Saya mau pasang CCTV percuma kantor bagus enggak ada CCTV-nya! Berapa sih CCTV paling Rp 5 juta, kalau mau yang lebih murah juga ada!" pungkas Ahok dengan wajah kesal.
(aws/ahy)











































