Banjir, Volume Sampah di Jakarta Meningkat 100 Persen
Rabu, 26 Jan 2005 11:44 WIB
Jakarta - Sampah menjadi masalah baru pasca banjir di Jakarta. Volume sampah diperkirakan terus meningkat hingga 80 sampai 100 persen. "Volume sampah yang biasanya 5 sampai 10 meter kubik per hari di musim kemarau meningkat menjadi 100 sampai 200 meter kubik di musim hujan per hari," kata Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat Hasan Basri di Posko Petugas Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2005).Dikatakan Hasan, petugas Dinas Kebersihan hingga kini sudah mengangkut 1980 meter kubik sampah dari pintu air Manggarai menuju tempat pembuangan di Bantar Gebang, Bekasi. Sampah yang diangkut berasal dari pinggir kali, sampah rumah tangga dan puing-puing, pohon tumbang yang hanyut akibat banjir. "Ketika ketinggian air di Manggarai surut, sampah yang tersumbat di pintu air akhirnya semakin menumpuk. Semakin tinggi curah hujan dan semakin lama bencana banjir maka semakin banyak sampah yang diangkut," ungkap Hasan.Menurut dia, penataan Jakarta memerlukan perhatian khusus pasca banjir salah satunya masalah sampah yang menyangkut kesehatan dan lingkungan."Kalau sampah tidak diangkut dan terus menumpuk maka akan menimbulkan masalah. Sampah akan menyumbat pintu air dan menyebabkan genangan di daerah sekitar," ujarnya.Dijelaskan Hasan, ketinggian air Manggarai hari ini mencapai 690 cm dan petugas Dinas Kebersihan sudah mengangkut 6 rit sampah dan diperkirakan masih akan terus bertambah."Sampah yang diangkut 50 persen berasal dari rumah tangga dan masalah ini akan terus ada selama budaya masyarakat tidak menghargai lingkungan," imbuhnya.
(aan/)











































