Ketua MPR Imbau Perundingan RI-GAM Dilakukan di Indonesia
Rabu, 26 Jan 2005 11:41 WIB
Jakarta -
Ketua MPR Hidayat Nurwahid berharap perundingan antara pemerintah RI dan GAM dilaksanakan di Indonesia agar memberi dampak lebih kuat dalam menghasilkan perdamaian.Hidayat mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, (26/1/2005)."Karena masalah Aceh adalah masalah dalam negeri Indonesia, maka alangkah baiknya jika pembicaraan itu diselenggarakan di Indonesia. Sebab akan memberi dampak lebih kuat dalam pembicaraan perdamaian," kata Hidayat.Hidayat juga mengungkapkan sebelumnya perundingan seperti ini sudah pernah dilakukan tetapi hasilnya tidak maksimal."Beberapa kali gagal karena faktor-faktor yang sebetulnya bisa dihindari sejak awal. Jadi, saya harap ketika diputuskan dilakukan di luar negeri, pengalaman negatif itu tidak akan terulang kembali, karena tidak akan membawa kondisi yang kondusif bagi Aceh," katanya.Menurut Hidayat, perundingan ini juga harus digunakan sebagai upaya meminimalisir praktik-praktik yang mengganggu keamanan di Aceh. "Terutama tidak sampainya bantuan-bantuan ke tangan yang membutuhkan," katanya.Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Ketua DPR Agung Laksono menyatakan, perundingan antara RI dan GAM sebaiknya digunakan sebagai momentum penyelesaian konflik."Bukan hanya penghentian konflik sementara, tapi penyelesaian secara menyeluruh termasuk penghentian pertempuran total," katanya.
(umi/)










































