AirAsia Ditemukan

Begini Tahapan Proses Identifikasi Jenazah Korban AirAsia QZ8501

- detikNews
Jumat, 02 Jan 2015 11:30 WIB
Kesibukan di Posko Surabaya (foto-detikcom)
Jakarta - Satu per satu jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 dievakuasi dari perairan di Selat Karimata di Laut Jawa. Jenazah kemudian dibawa ke Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah untuk selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara di Surabaya, Jawa Timur, untuk diidentifikasi.

Seperti apa proses identifikasi jenazah?

Direktur Eksekutif Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri Komisaris Besar Anton Castilani membeberkan proses identifikasi jenazah korban kecelakaan. Menurut dia ada lima cara yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi jenazah.

Tiga yang pertama atau biasanya dikenal dengan identifikasi primer adalah melalui sidik jari, gigi, dan tes DNA (deoxyribonucleic acid). "Maka kalau salah satu identifikasi primer itu sesuai bisa kita menyimpulkan bahwa jenazah ini cocok (bisa diidentifikasi)," kata Anton saat berbincang dengan detikcom, Jumat (2/1/2015).

Dua cara yang terakhir biasa disebut dengan identifikasi sekunder, yakni dengan melihat tanda-tanda fisik dan properti yang digunakan. Tanda-tanda fisik yang dimaksud misalnya, ada ciri khusus di tubuh korban seperti tato, bekas luka dan sebagainya.

Sementara untuk properti misalnya perhiasan yang digunakan, jam tangan, atau ikat pinggang. "Nah untuk identifikasi sekunder itu perlu dua atau lebih data pembanding yang cocok," kata Anton.

Lalu dari lima itu mana yang pertama kali dilakukan?

Menurut Anton cara identifikasi jenazah bisa fleksibel, tidak harus mendahulukan dengan melakukan cara tertentu. "Yang mana yang kita temukan duluan saja," kata dia.

Tim DVI Polda Jawa Timur merilis ciri-ciri 10 jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang telah ditemukan pada 31 Desember 2014 dan 1 Januari 2015. Sepuluh jenazah tersebut merupakan 6 perempuan dan 4 laki-laki. Satu dari 10 jenazah itu telah diberikan kepada keluarga untuk dikebumikan yaitu Hayati Lutfiah Hamid.




(erd/nrl)