Evakuasi KA BBM Belum Bisa Dipastikan Kapan Selesai
Rabu, 26 Jan 2005 11:05 WIB
Surabaya -
Proses evakuasi kereta BBM yang terbakar di Bangil, Pasuruan belum bisa dipastikan kapan selesainya karena masih menunggu padamnya api yang masih membakar tiga gerbong kereta tersebut. "Tetapi, hari ini jalur itu lumpuh total. Kereta api Penataran Surabaya-Malang yang biasanya 10 kali perjalanan hari ini dihentikan operasionalnya. Kita belum tahu sampai kapan proses evakuasi selesai karena ada tiga gerbong yang masih terbakar," ungkap Kepala Humas PT KA Daop VIII Sudarsono kepada Detikcom di kantornya, Jalan Raya Gubeng, Masjid, Surabaya, Rabu (26/1/2005).KA Penataran Surabaya-Malang, menurut Sudarso, kemungkinan bisa normal beroperasi Kamis (26/1/2005) besok. "Karena banyak yang harus diperbaiki. Salah satunya, penggantian rel kereta api yang perlu ditinjau lagi setelah terbakar. Kita pengalaman dalam menangani tambal sulam," ujarnya. Bahkan saat ini, lanjut dia, kereta api Crane Kumbukarno sudah stand by di stasiun Bangil yang lokasinya sekitar 10 km dari lokasi kejadian.Sudarsono mengatakan jumlah kerugian belum dirinci. "Yang jelas dengan dibatalkan opersional kereta Penataran otomastis tiketnya tidak terjual ya dihitung saja, belum lagi bahan bakar yang terbakar," paparnya.Lebih lanjut, dia menambahkan dua korban yang terluka sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, yakni Kanan masinis dan Sunardi, petugas pelayan rem.Kereta membawa BBM itu berangkat dari Stasiun Sidotopo, Surabaya, menuju depo Jagalan, Malang, (25/1/2005) pukul 21.50 Wib. Saat melintas di Kecamatan Rembang, Pasuruan, atau 10 kilometer arah selatan Stasiun Bangil, kereta anjlok dan terbakar.
(aan/)










































