Jenazah pertama kali diserahkan oleh polisi yang dilakukan Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf kepada pihak AirAsia yakni Presdir AirAsia Indonesia Sunu Widiatmoko yang kemudian menyerahkannya ke pihak keluarga.
"Secara resmi saya serahkan ke manajemen AirAsia. Dan bersama ini saya serahkan juga tiga dokumen yakni surat kematian, BAP properti, dan hasil DVI," ujar Anas dalam sambutannya, Kamis (1/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah Hayati sendiri diserahkan sudah di dalam peti mati berwarna coklat. Dari lemari pendingin, peti Hayati dibawa ambulance ke Balai Rumkit. Setelah diletakkan di teras Balai Rumkit, peti kemudian dipindahkan ke ambulance yang membawanya ke rumah duka di Sawo Tratap.
Isak tangis mewarnai penyerahan jenazah tersebut. Keluarga Hayati terlihat menangis sesenggukan, termasuk keponakannya Fany Meilinda.
(iwd/rvk)











































