"Tadi sekitar pukul 11.00 WIB ada permintaan dari Basarnas agar kita bergeser ke area tempat ditemukannya serpihan, itu ada di perbatasan area 4 dan area 5, sehingga kita akan merubah lokasi target pencarian," kata Party Chief (ketua tim) survei, Muhammad Aga Ridha Aldila, Kamis (1/1/2015).
Karena lokasi yang bergeser, maka kedatangan kapal survei ke lokasi tujuan pun diperkirakan akan telat. Kapal diperkirakan akan tiba di lokasi pencarian pada Jumat (1/2) sekitar pukul 09.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laju kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok kemarin siang ini juga terkendala dengan keadaan ombak. Ombak di perairan Laut Jawa sedang tidak bersahabat untuk melakukan pelayaran.
Sesampainya di lokasi pencarian, tim akan langsung melakukan prosedur pemetaan bawah laut. Pertama tim survei akan melakukan scanning dengan menggunakan side scan sonar dan multibeam echo sounder.
Setelah identifikasi objek akan dilakukan survei menggunakan alat magnometer untuk mengidentifikasi kandungan logam dari objek dasar laut. Jika ada anomali magnet di bawah laut, tim akan langsung menurunkan ROV (Remotly Operating Vehicle). ROV akan mengambil data visual berupa gambar dan video di dasar laut.
(kha/rvk)











































