"Kami diutus embassy di Jakarta untuk mengeceknya karena data mereka ada nama korban yang diduga warga Filipina," kata Konsul Kehormatan Republik Filipina untuk Jawa Timur dan Bali Eddy Surohadi kepada wartawan di Polda Jatim, Kamis (1/1/2015).
Dua nama yang dicurigai WN Filipina itu adalah Siti Romlah dan Yasmin Santiago (16). Berdasarkan pengecekan, ternyata kedua nama itu merupakan WNI. Namun kedua nama itu memang berhubungan dengan WN Filipina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alejandro, kata Eddy, memang WN Filipina tetapi istri dan anaknya berkewarganegaraan Indonesia dan tinggal di Pasuruan. Alejandro sendiri bekerja di Singapura.
"Kebetulan Alejandro hendak bertugas di Amerika. Sebelum berangkat, dia ingin ketemu anak dan istrinya, sekaligus mengajak mereka berlibur," kata Eddy.
Alejandro sebenarnya tahu sejak awal jika istri dan anaknya menjadi korban AirAsia, tetapi Alejandro tidak melapor ke kedutaan Filipina di Indonesia.
"Meski bukan WN Filipina, tetapi kami akan tetap membantu mengurus segala sesuatunya," tandas Eddy.
(iwd/rvk)











































