Pengamatan detikcom di lokasi, Kamis (1/1/2015), pusat perhatian utama di posko ini adalah landasan udara tempat pesawat-pesawat dan helikopter hilir mudik dalam misi evakuasi sejak pencarian dimulai pada Minggu (28/12) lalu.
Pesawat dan heli beragam jenis itu sibuk dalam proses evakuasi yang melibatkan pasukan penyelam, paskas TNI AL, penerbang-penerbang TNI AU, Basarnas, PMI dan lainnya. Jarak landasan udara ini dengan titik evakuasi di tengah laut sejauh 120 nautical mile. (1 nautical mile sama dengan 1,86 km).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun misi tak selalu berjalan mulus, tidak semua pesawat atau heli itu berhasil mengevakuasi jenazah dari KRI. Bahkan, sebagian pesawat justru gagal mencapai lokasi karena cuaca yang sangat buruk dan bisa membahayakan tim penyelamat.
Selain landasan udara, di posko ini terdapat ruang utama yang jadi tempat penyebaran informasi. Di sini puluhan wartawan termasuk media-media dari luar negeri mengupdate terus informasi pencarian AirAsia QZ8501 yang kini masuk hari kelima.
Sementara itu di bagian halaman lanud, berdiri tenda-tenda besar di antaranya milik TNI, BPBD, Pemda dan lainnya. Termasuk tenda-tenda kecil dari relawan baik yang menyediakan informasi hingga dukungan logistik alias makanan bagi relawan dan media.
Seluruh operasi di Lanud ini berada di bawah komando Deputi Bidang Potensi Basarnas Marsekal Madya Sunarbowo Sandi sebagai SAR Mission Cordinator Pangkalan Bun. Beberapa pejabat setempat juga kerap hadir di lokasi, baik dari pemda, kepolisian maupun TNI.
Hingga hari ini pukul 13.55 WIB, total sudah 7 jenazah yang berhasil dibawa ke Lanud Iskandar dari proses evakuasi di tengah laut. Sebanyak 6 sudah diterbangkan ke Surabaya dan satu masih berada di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun.
(iqb/try)










































