KRI Pattimura, Mencapai Lokasi Hilang AirAsia Setelah Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

AirAsia Ditemukan

KRI Pattimura, Mencapai Lokasi Hilang AirAsia Setelah Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

- detikNews
Kamis, 01 Jan 2015 10:48 WIB
KRI Pattimura, Mencapai Lokasi Hilang AirAsia Setelah Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan
Jakarta - Saat itu di akhir pekan menjelang perayaan akhir tahun, salah satu kapal perang milik Indonesia, KRI Kapitan Pattimura sedang melaksanakan tugas di Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau. Dua kapal ikan asing milik Thailand yang tertangkap akan ditenggelamkan.

Saat itu, Minggu (28/12), kapal perang korvet kelas Parchim itu selesai menjalankan tugasnya โ€Žmenenggelamkan kapal ikan asing. Tak berapa lama, telegram penugasan lainnya mendadak masuk. Ternyata misi kali ini tidak main-main.

"Kita baru saja selesai menenggelamkan kapal di Tarempa waktu itu. Langsung dapat perintah, langsung saat itu meluncur ke lokasi," ucap Letkol Laut (P) Fajar Hernawan yang menjadi komandan di kapal bernomor lambung 371 itu, Rabu (31/12/2014) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabar yang dimaksud yaitu pencarian posisi hilang kontak pertama kalinya dari pesawat AirAsia QZ8501 di perairan antara Tanjung Pandan, Belitung dan Pontianak, Kalimantan Barat. KRI Pattimura yang memang beroperasi di wilayah barat Indonesia di wilayah Anambas dan Natuna langsung menuju ke koordinat tersebut.

Saat itu kondisi cuaca memang sedang buruk. Musim angin barat yang menerjang perairan tersebut tak ayal membuat kapal perang anti kapal selam itu agak kewalahan. Maklum, KRI Pattimura memang tidak berbodi besar karena memang khusus untuk perang.

Setelah menempuh beberapa jam, kapal perang itu tiba di koordinat yang dimaksud dan langsung melakukan penyisiran di perairan Bangka Belitung. Cuaca yang buruk dan gelombang tinggi pun langsung menyambut.

"Kita yang pertama sampai di lokasi. Belum ada kapal-kapal lainnya, langsung mencari pesawat itu tapi belum ada tanda-tanda," kata Fajar yang berasal dari Semarang itu.

Saat pencarian awal masih nihil, Fajar pun menerima panggilan tugas berikutnya untuk menyisir perairan Belitung Timur, agak lebih ke selatan dari posisi kapal yang dipimpinnya saat itu. Sebab beredar kabar nelayan setempat mendengar dentuman suara di sekitar Pulau Nangka, Belitung Timur.

Penyusuran pun kembali dilakukan segera. Sejumlah titik terang pun muncul. Laporan dari pantauan udara adanya dugaan dua titik tumpahan minyakโ€Ž pun ditelusuri. Namun hasilnya tetap nihil. Padahal posisi KRI Pattimura saat itu sudah dekat dengan posisi penemuan puing-puing AirAsia di hari ketiga pencarian. Sayangnya, saat itu kapal perang itu harus merapat untuk mengisi bahan bakar dan perbekalan.

Saat ini sendiri, KRI Pattimura sedang bersandar di Dermaga Tanjung Batu, Tanjung Pandan, Belitung. Usai mengisi 'tenaga', kapal korvet kelas Parchim itu segera menuju ke lokasi evakuasi dan serta mengemban misi pencarian black box.

(dha/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads