Doa dan Harapan 6 Pemuka Agama di Pangkalan Bun Agar Cuaca Cerah

AirAsia Ditemukan

Doa dan Harapan 6 Pemuka Agama di Pangkalan Bun Agar Cuaca Cerah

- detikNews
Kamis, 01 Jan 2015 01:29 WIB
Doa dan Harapan 6 Pemuka Agama di Pangkalan Bun Agar Cuaca Cerah
Bagus/detikcom
Pangkalan Bun - Ribuan lilin menyinari keheningan pergantian tahun di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Berdiri enam pemuka agama di atas panggung yang terletak di seberang Bundaran Pancasila.

Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar membuka acara doa bersama untuk korban AirAsia QZ8501. Seluruh warga yang hadir pun menyalakan lilin bersama-sama. Pantauan detikcom, Kamis (1/12/2014) dini hari para pemuka agama itu memimpin pembacaan doa yang diawali oleh Agama Konghucu.

Pemuka agama Konghucu tersebut mendoakan agar seluruh korban berhasil dievakuasi dan keluarga diberi ketabahan. Kemudian dilanjutkan oleh pemuka Agama Budha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para keluarga yang diberkahi dewa-dewi, semoga selalu dalam lindungan dewa-dewi," ujar dia.

"Di sini marilah kita bersama berhening supaya semua kebaikan di dunia menjadi sempurna," ungkap pemuka Agama Hindu setelah itu.

"Dari peristiwa ini kita semua diuji. Allah telah datang atas kuasa-Nya. Oleh karena itu mari kita panjatkan puja dan puji kita supaya langkah kita diberi kemudahan," kata pemuka Agama Katholik.

Selanjutnya pemuka Agama Kristen meminta agar seluruh hadirin memanjatkan doa agar pagi hari diberi cuaca cerah. "Atas nama Yesus yang kita puja mari kita mengharap agar cuaca cerah," sebut dia.

Selanjutnya yang terakhir adalah pemuka Agama Islam. Dia mengajak semua masyarakat lebih berempati sehingga dapat ikut merasakan apa yang dihadapi keluarga.

"Ya Allah ya Tuhan kami. Berikanlah kemudahan-Mu dalam proses evakuasi. Berikanlah cuaca yang cerah bagi kami untuk melakukan evakuasi," ungkap dia.

Setelah semua prosesi pembacaan doa selesai, maka berakhirlah malam pergantian tahun di Pangkalan Bun. Bundaran Pancasila dipilih karena selain menjadi pusat kota juga lokasinya tepat di depan Lanud Iskandar.

Para warga pun meninggalkan lokasi dengan tertib. Satu per satu mereka meniup lilin usai memanjatkan doa.

(bpn/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads