Ikrar: Mega Harus Siapkan Capres Alternatif dari PDIP
Rabu, 26 Jan 2005 09:30 WIB
Jakarta - Jika Megawati terpilih kembali sebagai ketua umum PDI Perjuangan maka Mega harus menyiapkan capres alternatif pada pilpres 2009 mendatang. Hal ini guna mengantisipasi kurangnya dukungan putri Bung Karno itu melaju menjadi capres kedua kalinya."Mau tidak mau Mega harus mencari salah satu tokoh muda yang memiliki kharisma sebagai pemimpin dan berani untuk ambil keputusan."Demikian kata pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bhakti dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (26/1/2005)."Karena PDIP juga harus mempertimbangkan usia Megawati yang sudah mencapai 62 tahun pada 2009 nanti. Apakah masih mempunyai nilai jual atau tidak," tukasnya.Apalagi, menurutnya, tahun 2009 mendatang masyarakat sudah tidak lagi melihat asal usul keluarga capres. "Pilpres mendatang sudah tidak lagi dilihat dia anak siapa tapi bagaimana kerja, sikap, tindakan dan ketokohannya," ujar Ikrar.Ia mengungkapkan bila PDIP ingin melakukan regenerasi maka posisi ketum tidak harus diisi Megawati. "Mega bisa ditempatkan sebagai ketua dewan pertimbangan agar dia masih tetap berperan sebagai pemersatu partai," tandasnya. Namun, kata Ikrar, jika dibandingkan dengan Guruh, Megawati masih lebih mumpuni dalam memimpin PDIP. "Ini karena Guruh termasuk angota parlemen yang tidak memiliki kinerja yang baik dan bisa dijadikan contoh. Guruh tercatat sebagai anggota dewan yang sering mangkir," paparnya.Mengenai keberadaan gerakan anti Mega, lanjut dia, harus tetap dilihat sebagai bagian dari dinamika internal partai. "Meski kader lain juga harus mencermati apakah mereka memang murni untuk membesarkan partai atau justru menjerumuskan.""Yang jelas, kongres adalah awal PDIP bersiap menjadi partai besar yang bisa mengambil alih pemilu 2009. Dan itu tantangan PDIP untuk menjadi partai modern," tutur Ikrar.
(ton/)











































