Selain meminta data dan sampel darah keluarga penumpang, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim juga siapkan lemari pendingin untuk menyimpan jasad penumpang.
"Malam ini sudah kita siapkan 3 cold storage di RS Bhayangkara Polda Jatim untuk menghindari pembusukan korban," kata Kepala Tim DVI Jatim dan Regional Tengah, Kombes Pol Dr Budiyono di Juanda, Selasa (30/12/2014).
Budiyono mengungkapkan, pihaknya juga sudah menyiapkan 4 tim untuk memulai proses identifikasi. Tim pertama, kata dia sudah berada di Pangkalan Bun untuk memeriksa korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk tim ketiga saat ini yang ada di Juanda yang bertugas meminta data antem mortem dari keluarga penumpang dan tim keempat bertugas menyimpulkan hasil identifikasi," ungkapnya.
Budiyono yang juga menjabat Kabiddokes Polda Jatim sampai saat ini masih belum mendapat konfirmasi kapan jasad yang diduga penumpang AirAsia akan dibawa ke Surabaya.
"Itu bukan kewenangan saya. Intinya kita sudah siap," tegas Budiyono.
Sementara Kepala Basarnas Surabaya, M Hernanto mengatakan jasad yang diduga penumpang AirAsia diperkirakan besok pagi baru akan diterbangkan ke Surabaya.
"Sampai malam ini belum ada pemberitahuan. Kemungkinan besar besok pagi dan untuk jumlahnya sekitar 6 jenazah," ujarnya singkat.
(jor/rna)











































