"Saya pernah jadi calon gubernur lewat Gerindra, tapi tidak dapat rekomendasi. Ya, politik itu dunia lain," kata Indra dalam sesi Wawancara Tahap II Seleksi Calon Hakim Konstitusi di Kantor Sekretariat Negara, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).
Hal ini disampaikan Indra saat menjawab pertanyaan dari anggota pansel Widodo Eka Tjahjana. Eka kemudian bertanya lagi apakah ada tarif untuk maju sebagai calon gubernur dari Partai Gerindra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Pansel Saldi Isra kemudian bertanya tentang kedekatan antara Indra dengan Gerindra. Dosen Universitas Padjajaran ini kemudian menegaskan bahwa relasinya hanya sebatas mengikuti konvensi cagub tersebut.
"Jadi begini, Ahmad Heryawan minta saya jadi wagubnya, tapi PKS kuran suara. Jadi tugas politik saya cari dukungan supaya PKS-Gerindra. Ketika saya bawa dukungan, PKS-Gerindra jalan sendiri. Ya saat itu kebetulan Gerindra buka konvensi dan saya didaftarkan. Jadi tidak ada kedekatan khusus," jelasnya.
Indra pun mengaku sebelumnya pernah berniat mendaftar di Pilwalkot Bandung 2008 silam dari jalur independen. Hanya saja, jumlah dukungan yang berhasil ia kumpulkan kurang.
"Waktu saya cuma 3 minggu dan dari 70 ribu yang harus dikumpulkan, saya punya 50 ribu. Tapi, yang belakangan bisa 200 ribu," keluhnya.
Wawancara tahap II ini diikuti oleh 5 calon. Kelima calon sudah mengikuti tes kesehatan dan hasil dari tahap II ini akan disampaikan pada 5 Januari 2015 mendatang.
(imk/fjr)










































