Pipa Minyak Mentah Conoco Meledak, Palembang-Jambi Macet
Selasa, 25 Jan 2005 19:18 WIB
Palembang - Sebuah pipa minyak mentah di Jalan Lintas Palembang-Jambi, tepatnya di Desa Durian Daun, Kecamatan Betung, Banyuasin, Sumatera Selatan, meledak. Kejadian ini sempat memacetkan arus lalu lintas Palembang-Jambi. Meledaknya pipa minyak mentah itu terjadi pada Senin (24/1/2005) sekitar pukul 10.00 WIB. Pipa minyak mentah yang bocor dan meledak itu mengalirkan minyak mentah dari Stasiun Pengeboran Minyak Conoco Philip di Gresik, Musi Banyuasin, ke kilang minyak Pertamina di Sungai Gerong, Plaju, Palembang.Akibat ledakan itu, berdasarkan pemantauan pers, dua rumah warga hangus terbakar. Dua rumah ini berada tidak jauh dari pipa minyak itu. Selain itu, seorang warga bernama Ilham (19) mengalami luka bakar di kedua kakinya.Sementara beberapa rumah warga dalam radius 100 meter dari lokasi ledakan juga mengalami kerusakan, seperti kaca rumah pecah, dinding dan genteng rumah retak atau pecah. Selain itu, ratusan ton minyak mentah tumpah ke jalan dan masuk ke sungai kecil yang mengalir ke perkebunan warga dan pemukiman penduduk di desa itu.Akibat jalan dipenuhi tumpahan minyak mentah, sampai Selasa (25/1/2005), ratusan kendaraan arah Palembang-Jambi terjebak kemacetan. Pihak Conoco Philip berusaha menimba minyak yang tumpah, guna menghindari kebakaran dan pencemaran yang lebih luas.Sementara Rebo, pemilik dua rumah yang hangus terbakar itu, tampak stres di rumah orangtuanya yang masih berada di desa itu. Selain rumah, yang turut terbakar adalah perabotan rumah, sebuah sepeda motor, perhiasan, dan surat-surat tanah.Menurut seorang warga, saat meledak, pipa itu mengeluarkan api kira-kira setinggi tujuh meter ke atas dan ke sekitar pipa. Api terus berkobar mengikuti aliran minyak mentah yang mengarah ke pemukiman warga. Dan, akhirnya terbakarlah dua rumah milik Rebo itu."Api baru dapat dihentikan setelah satu jam kemudian datang empat unit pemadam kebakaran dari Conoco Philip," kata warga itu.Sementara menurut Siswo Yulianto dari Conoco Philip kepada pers, Selasa (25/1/2005), pihaknya terus melakukan penyelidikan soal ledakan itu. "Tapi baru dapat menduga sebelum ledakan terjadi pipa mengalami kebocoran, lalu mungkin ada yang membuang putung rokok yang menimbulkan percikan api," katanya.Namun, atas musibah tersebut, kata Siswo, pihaknya akan memberikan ganti rugi terhadap para korban setelah dilakukan penyelidikan.
(asy/)











































