Selain pembacaan doa mujahadah untuk bangsa, dalam Haul Gus Dur ke-5 ini juga digelar diskusi tentang sosok Gus Dur yang dihadiri para Gus-Dusrian, warga NU dan kader-kader PKB.
Beberapa tokoh yang hadir sebagai pembicara dalam Haul ini yakni Rektor Univ. Islam Makassar Andi Majdah Zain, Akademisi UIN Alauddin Firdaus Muhammad, Budayawan Sulsel Alwi Rahman, tokoh Persatuan Islam Tionghoa Muh. David Aritanto, aktivis pers Sunarti Zain dan Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad.
Menurut Hanif dalam sambutannya, sosok Gus Dur adalah jembatan atas segala persoalan bangsa, yang menjembatani persoalan barat dan timur, persoalan militer dan sipil, serta persoalan etnis minoritas dan mayoritas.
"Sosok Gus Dur adalah wali yang membawa pesan-pesan Tuhan bagi rakyatnya, Gus Dur membawa berkah bagi semuanya, baik yang membenci maupun yang mencintainya, saya yang pernah dipecat Gus Dur justru mendapat berkah hingga saya bisa duduk menjadi menteri," ujar mantan Sekjen PKB ini.
Sementara menurut budayawan Sulsel Alwi Rahman, sosok Gus Dur layak dibandingkan dengan sosok mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, yang mewariskan nilai-nilai multikulturalisme untuk bangsa Indonesia.
"Kisah-kisah kehidupan Gus Dur menyelamatkan bangsa Indonesia, seperti hal-nya Ka'bah yang membawa kisah-kisah para nabi," pungkas Alwi.
(mna/fjr)











































