AirAsia Hilang

Kala Kerabat Penumpang Hening Dengar Penjelasan di Pertemuan Tertutup

- detikNews
Minggu, 28 Des 2014 21:41 WIB
(Foto: Mulya Nurbilkis/detikcom)
Surabaya - Kerabat penumpang AirAsia QZ8150 rute Surabaya-Singapura sempat emosi karena tak ada kejelasan tentang nasib keluarga yang menjadi penumpang. Namun, mereka mendadak hening saat dijelaskan bahwa AirAsia kemungkinan jatuh di laut.

Reaksi kerabat penumpang ini dijelaskan kerabat penumpang, Edwin. Edwin, yang menolak mengungkap identitas kerabatnya mengatakan penjelasan dari Basarnas membuat kerabat yang tadinya emosi menjadi agak tenang.

"Karena dari tadi kami dijanjikan akan diberitahu setiap 1 jam. Tapi ternyata tidak seperti itu makanya banyak yang marah-marah, keluarga minta kejelasan. Penjelasan sudah ada sekarang, makanya sudah lebih tenang makanya banyak yang pulang," jelas Edwin setelah pemerintah dan AirAsia memberikan penjelasan tertutup kepada kerabat penumpang di Bandara Juanda, Surabaya, Minggu (28/12/2014) malam.

Para kerabat penumpang menyimak penjelasan seputar hilangnya pesawat. Hingga Basarnas menjelaskan bahwa pesawat itu kemungkinan jatuh di laut dekat Teluk Kumai.

"Tapi waktu Basarnas-nya ngomong pesawatnya jatuh, semuanya langsung hening. Mungkin orang Basarnas-nya takut salah paham makanya dia menjelaskan ke kita. Kalau ini jatuh bukan seperti yang ada di pikiran ibu-ibu tapi ini betul-betul karena emergency dan memilih di laut," jelas Edwin.

Pihak Basarnas menjelaskan, imbuh Edwin, bahwa jatuh di laut adalah teknik pilot karena pertimbangan jendela dan pintu pesawat masih bisa dibuka.

"Masih ada pelampung dan masih ada oksigen dalam pesawat. Basarnas beri tahu kalau pesawatnya berdasarkan kontak terakhir, pesawat itu di laut Jawa tepatnya di Teluk Kumai. Landingnya di laut. Karena itu koordinat terakhir sebelum kontak terputus," imbuhnya.

Basarnas juga menyampaikan bahwa kemungkinan pesawat hanya bisa bertahan 4 jam karena kehabisan bahan bakar. Jatuh di laut kemungkinan dipilih pilot karena benturan ke penumpang bisa diminimalkan.

"Jatuh. Tapi jangan dipikir ini jatuh dengan keras, karena pilot pasti punya tekniknya sendiri. Dan dalam keadaan emergency seperti ini mereka pasti akan memilih mendarat di laut untuk mengurangi impact benturan ke penumpang," jelas dia.

Dari Basarnas sendiri ada kemungkinankah untuk penumpang selamat?

"Kami disuruh berdoa saja. Karena pencarian malam ini pun sudah dihentikan. Yang di laut sudah dihentikan, di udara dihentikan karena jarak pandang terbatas," jawab Edwin.

(nwk/nrl)