"Kita berharap sodetan ini terwujud dan bisa meningkatkan produksi pertanian, yang ujungnya meningkatkan kesejahteraan petani dan rakyat Subang secara umum," kata Maruarar dalam keterangannya, Jumat (26/12/2014).
Maruarar yang ikut menemani Jokowi blusukan di Subang memang intens mengkomunikasikan persoalan tersebut kepada sejumlah menteri Kabinet Kerja. Makanya dia menyambut baik keinginan Jokowi untuk bisa mempercepat proyek sodetan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalahnya sungai Tarum Timur hanya mengaliri sebagian tanah pertanian Subang. Bagian lain Subang tetap kering dan tidak mendapat irigasi penuh karena sungai Tarum Timur harus melintasi dulu ke Indramayu, baru kemudian mengaliri Subang di bagian lain.
Sodetan Tarum Timur dibuat agar aliran sungai Tarum Timur langsung mengairi semua lahan pertanian Subang. Dengan aliran sungai ini maka Subang bisa meningkatkan produksi pertanian hingga 60 ribu ton.
Maruarar menjamin akan terus mengawal agar program ini bisa segera terealisasi. Terutama agar target 2 juta ton padi di tahun 2015 yang diminta Jokowi dapat tercapai.
"Kita akan dorong terus pemerintah untuk segera menyelesaikan program ini sebab kita mau pastikan program-program pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat, dan kita yakin Pak Jokowi memang berpihak pada rakyat," tegas Maruarar.
Bupati Subang, Ojang yang ikut juga menemani Jokowi saat blusukan, merasa bersyukur harapan masyarakat selama puluhan tahun ini akhirnya bisa terlaksana. Dia yakin sodetan ini bisa meningkatkan produksi pertanian wilayahnya.
"Pak Ara terus berjuang membawa aspirasi kami. Beliau yang mengkomunikasikan dengan Menteri Pertanian dan Menteri Pekerjaan Umum, hingga Pak Jokowi datang ke sini. Tekad kami, bisa memproduksi 1.000.700 ton padi di tahun 2015," kata Ojang.
(mok/kha)











































