Polisi Sita 600 Sim Card Indosat dari Sindikat Penipuan SMS Kelompok Sidrap

- detikNews
Jumat, 26 Des 2014 18:14 WIB
Barang bukti yang disita (Amel/ detikcom)
Jakarta -

Polisi menyita 600 lembar SIM Card Indosat di rumah kontrakan sindikat penipuan SMS, di kawasan Cimanggis, Depok. Kartu telepon GSM itulah yang digunakan kelompok Sidrap ini untuk melancarkan aksi tipu-tipunya.

“Mereka pakai Indosat karena banyak promo SMS gratis,” ujar Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Handik Zusen saat dihubungi detikcom, Jumat (26/12/2014).

Handik menambahkan, kartu-kartu SIM card tersebut dipersiapkan para tersangka untuk mengirimkan SMS ke sejumlah nomor korban secara acak. Apabila satu nomor telepon yang dipakai pelaku berhassil memperdaya korban, mereka akan menonaktifkan nomor tersebut.

“Kalau sudah ada korban, kartu itu dimatikan untuk menghilangkan jejaknya, ganti lagi sama nomor baru Indosat lainnya,” imbuh Handik.

Selain menyita SIM Card, polisi juga menyita perlengkapan ‘kerja’ komplotan ini seperti 80 buah SIM Card modem, 7 buah USB Hub, 2 buah USB flash disk, 15 unit telepon genggam, 7 buah buku catatan berisi ribuan daftar nomor calon korban, laptop dan 2 unit LCD serta sejumlah buku tabungan berbagai bank swasta maupun pemerintah.

Aksi tipu-tipu yang dilakukan tersangka Andreas Gali dan Lamali alias Edo ini dilakukan di sebuah rumah berlantai dua yang terletak di Perum Pelni, Cimanggis, Depok. Mereka mengirimkan SMS tipu-tipu menggunakan kartu Indosat sebagai modem untuk internet.

“Kartunya dipakai modem lalu dikirim secara acak ke nomor-nomor yang sudah didatakan oleh mereka,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto mengatakan, kedua pelaku melakukan penipuan dengan modus menawarkan tiket murah seolah-olah sebagai agen ticketing.

“Para tersangka mengatasnamakan pihak traveloka.com, padahal bukan. Mereka mengirim SMS kepada calon korban-korbannya ke sejumlah nomor HP secara acak dengan dalih sebagai agen tiket travel murah,” ujar Didik.

Setelah ada korban yang merespon SMS dari para tersangka, kemudian para tersangka membujuk rayu korban dengan mengiming-imingi korban harga tiket promo yang murah. “Setelah korban terbujuk, selanjutnya tersangka meminta korban untuk mentransfer uang pembayarannya ke beberapa rekening yang sudah disiapkan oleh para tersangka,” pungkasnya.

(mei/kha)