Organisasi massa sayap Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), optimis dua kubu yang berseteru bisa islah pada Februari 2015. Namun, AMPI menekankan komitmen islah itu adalah Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP).
"Jadi sejak awal AMPI berpandangan koalisi tidak bisa permanen, koalisi itu kepentingan kontekstual. Kami berikan dukungan keluar dari KMP," kata Wakil Ketua Umum AMPI, Sabil Rahman di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (24/12/2014).
Dia menilai sudah seharusnya Golkar bisa melihat posisi politik yang menguntungkan. Menurut Sabil, jika tetap di KMP, maka tidak ada manfaat yang dirasakan Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, dia mengusulkan kalau Golkar ingin mendukung pemerintah tapi tetap bisa mengkritik sebaiknya memposisikan sebagai penyeimbang. Sabil tidak sungkan kalau strategi Partai Demokrat yang bisa ditiru. Persoalan tetap atau keluar dari KMP masih deadlock dan harus ada kesepakatan.
"Penyeimbang itu tidak di mana-mana, itu lebih bebas buat Golkar. KMP itu tidak tidak diputuskan secara demokratis. Kepentingan sesaat, kepentingan bisnis sudah terlalu jauh," tuturnya.
(hat/dnu)











































