Melihat Kiprah Puti Guntur, Putra Mahkota Trah Sukarno yang Tersembunyi

Regenerasi Parpol

Melihat Kiprah Puti Guntur, Putra Mahkota Trah Sukarno yang Tersembunyi

- detikNews
Rabu, 24 Des 2014 17:05 WIB
Melihat Kiprah Puti Guntur, Putra Mahkota Trah Sukarno yang Tersembunyi
Puti Guntur Soekarnoputri (Foto-Hasan Alhabsy/detikcom)
Jakarta - Tak banyak orang mengenal nama Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri. Dua baris nama di bagian belakanglah yang membuat orang mahfum bahwa dia ada garis keturunan dari mendiang Presiden Sukarno.

Ya, Puti adalah salah satu cucu Bung Karno dari pasangan Guntur Soekarnoputra dan Heny yang kini berkiprah di panggung politik. Namanya memang tak setenar dua anak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Maklum Puti memang belum genap satu windu berkiprah di jagat politik. Seperti apa kiprah perempuan kelahiran Jakarta 26 Juni 1971 itu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politisi senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengungkap kiprah Puti Guntur Soekarnoputri selama aktif menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Pada periode 2009-2014 lalu Puti duduk di Komisi X yang salah satunya membidangi masalah pendidikan dan olahraga.

Menurut Hendrawan selama ini Puti aktif dalam kegiatan pendidikan.

"Jadi Mbak Puti itu memang jarang muncul di publik. Dia hanya bicara yang perlu-perlu saja. Lima tahun lalu Mbak Puti duduk di Komisi X bersama Pak Utut Adianto. Memang concern dia selama ini adalah soal pendidikan," kata Hendrawan Supratikno saat berbincang dengan detikcom, Rabu (24/12/2014).

Hendrawan memang tidak sering bertukar pikiran dengan Puti. Dirinya belum pernah duduk di satu komisi yang sama.

"Tapi kalau rapat fraksi beliau sering mengajukan pendapat. Beliau memang kritis kalau masalah pendidikan," kata Guru Besar di bidang hukum ini.

Kini Puti juga merupakan anggota F-PDIP MPR RI di bidang Sosialisasi. Puti yang alumnus jurusan Administrasi Negara Universitas Indonesia itu dinilai mampu menjalankan tugasnya di MPR yang gencar mensosialisasikan empat konsensus kebangsaan.

"Mbak Puti juga sering menulis kolom di koran nasional. Tulisan-tulisan dia itu biasanya tentang pendidikan atau kritik sosial lainnya," kata Hendrawan.



(erd/nrl)


Berita Terkait