Tim Pemantau DPR Telusuri Sindikat Pembuat Paspor Haji Palsu

Tim Pemantau DPR Telusuri Sindikat Pembuat Paspor Haji Palsu

- detikNews
Selasa, 25 Jan 2005 16:02 WIB
Jakarta - Tim Pemantau Haji DPR akan menelusuri sindikat pembuatan paspor haji palsu yang sempat terjadi dalam musim haji tahun ini. Karena itu, tim akan terbang ke Riyadh, Arab Saudi untuk membongkar siapa di balik pembuatan paspor haji palsu ini. Hal ini disampaikan Ketua Tim Pemantau Haji DPR Zaenal Ma'arif kepada detikcom, Selasa (25/1/2005). Tim saat ini masih berada di Jeddah setelah beberapa hari lalu melakukan pemantauan penyelenggaraan haji di Mekkah dan Madinah. Menurut Zainal, di Riyadh tim akan melakukan kunjungan ke KBRI Riyadh dan mencari informasi soal sindikat paspor haji palsu ini. "Jika tidak ke Riyadh, kita akan sulit untuk menemukan sumber yang bisa membongkar sindikat paspor palsu ini," kata Zaenal. Rencananya, tim akan berada di Riyadh selama sehari. Tidak semua anggota tim yang akan berkunjung ke Riyadh. Tim yang akan menuju Riyadh adalah Zaenal Ma'arif, Tosari Wijaya, Marissa Haque, Akmal Mawardi Noor, Zulkarnain Jafar, dan Ida Fauziah. Anggota tim lain tetap di Jeddah untuk melakukan pemantauan. Selain menelusuri soal paspor palsu itu, kata dia, tim juga akan memperdalam struktur penyelenggaraan haji yang dikehendaki oleh pemerintah Arab Saudi. "Selain itu, kita sekalian juga untuk memperdalam masalah-masalah TKI yang sampai kini masih bermasalah," kata dia. Setelah dari Riyadh, tim akan kembali ke Jeddah. "Di Jeddah, nanti kita masih akan meninjau mengenai sistem kepulangan para jamaah haji, termasuk soal kargo. Apakah di sana nanti ada monopoli kargo, kita akan lihat itu," jelasnya. Zaenal juga memaparkan, selama pemantauan haji di Mekkah dan Madinah, tim telah merenungi bahwa selama ini memang ada kesatuan dalam pengelolaan keuangan untuk ibadah haji ini. "Tapi, saya lihat, tidak ada kesatuan dalam pelaksanaan. Akibatnya, dua ratus ribu jamaah haji asal Indonesia tidak terlihat begitu hebat dibanding jamaah dari negara lain," ujarnya. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini