DetikNews
Rabu 24 Desember 2014, 11:40 WIB

Derai Panjang Air Mata Machica

- detikNews
Derai Panjang Air Mata Machica
Jakarta - Perkawinan siri mantan orang kuat di era Soeharto, Moerdiono, dengan penyanyi dangdut Machica Mochtar berbuntut panjang. Perjuangan Machica untuk mencari hak-haknya sebagai seorang istri dan ibu bagi anak mereka sempat menemui titik cerah dengan kemenangan di Mahkamah Konstitusi (MK). Siapa nyana, air mata Machica harus kembali mengalir karena kalah di Mahkamah Agung (MA).

Berikut kronologi silang sengketa tersebut sebagaimana dicatat detikcom, Rabu (24/12/2014):

20 Desember 1993
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Moerdiono menikahi Machica Mochtar secara hukum Islam yang dihadiri sekitar 20 orang dengan mas kawin seperangkat alat salat, uang 2 ribu riyal, satu set perhiasan dan berlian dibayar tunai.

5 Februari 1996
Lahir anak dari hasil perkawinan tersebut dan dinamai M Iqbal Ramadhan

18 Juni 2008
Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, mengesahkan perkawinan tersebut secara Islam tapi perkawinan itu tidak dapat dicatatkan sehingga perkawinan itu tidak diakui oleh negara.

Juli 2008
Keluarga besar Moerdiono mengadakan jumpa pers, yang isinya tidak mengakui Iqbal sebagai anak Moerdiono.

2010
Machica berjuang lewat MK untuk mendapatkan pengakuan tentang status hukum anak Iqbal.

7 Oktober 2011
Moerdiono tutup usia

17 Februari 2012
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan keperdataan dengan ibu dan ayah sepanjang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan

24 April 2013
Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel) menyatakan M Iqbal Ramadhan adalah anak di luar kawin dari Machica-Moerdiono

1 Oktober 2013
Pengadilan Tinggi Agama Jakarta menguatkan putusan PA Jaksel

22 Juli 2014
MA menolak seluruh gugatan Machica. "Dengan ditolaknya tuntutan pemohon kasasi mengenai pengesahan perkawinan di atas, maka tuntutan pemohon agar M Iqbal Ramadhan dinyatakan sebagai anak yang sah, maka harus ditolak," putus majelis dengan ketua majelis hakim agung Habiburrahman dan anggota Mukhtar Zamzami dan Abdul Manan.


(asp/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed