Ketum PPP Djan: KMP Kawan Pemerintah dan KIH, Tapi Publik Salah Paham

Ketum PPP Djan: KMP Kawan Pemerintah dan KIH, Tapi Publik Salah Paham

- detikNews
Selasa, 23 Des 2014 23:25 WIB
Ketum PPP Djan: KMP Kawan Pemerintah dan KIH, Tapi Publik Salah Paham
Jakarta - Politik perkubuan antara Koalisi Merah Putih (KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) telah merembet ke perpecahan sejumlah partai, sebut saja PPP dan Partai Golkar. KIH sebagai pendukung pemerintahan selalu berseteru dengan KMP yang dipersepsikan sebagai 'oposisi' pemerintahan. Namun PPP, partai yang juga mengalami perpecahan, tak setuju dengan persepsi itu.

"‎Banyak orang salah mengerti mengenai KMP. KMP itu bukan oposisi pemerintah, tapi KMP itu kawan KIH dan pemerintahan," ujar Ketua Umum PPP, Djan Faridz, kubu yang mendukung KMP, di markas DPP PAN, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (23/12/2014).

Djan hadir dalam muhasabah PAN sekaligus perayaan ulang tahun ke 61 Ketua Umum PAN Hatta Rajasa. Pada acara yang dihadiri sejumlah elite KMP ini, Hatta memotong tumpeng ulang tahunnya dan memberikan kepada istrinya, Oke Radjasa yang berbaju muslim warna keemasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Djan, hadir pula Ketua Harian Golkar hasil Munas Bali MS Hidayat, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PAN Taufik Kurniawan, Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy, dan lain-lain. Ketum Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto tidak hadir karena sedang berada di luar Jakarta.

Djan menuturkan KMP akan senantiasa mendukung kebijakan pemerintahan bila kebijakan tersebut prorakyat. Namun, sebagai kawan yang baik, KMP tak segan untuk mengkritik kebijakan pemerintah jika tidak pro‎rakyat.

"Kita bersedia mendukung jika kebijakan itu bermanfaat bagi rakyat, tapi kalau tidak bermanfaat bagi rakyat maka wajib hukumnya kita mengkritik," ujar Djan.


(dnu/imk)


Berita Terkait