Indonesia Corruption Watch meneken MoU dengan pengurus pusat Pemuda Muhammadiyah soal pencegahan dan pengawasan korupsi. Sebagai wujud kerjasama, kedua pihak akan membentuk madrasah antikorupsi.
“Ini sebenarnya upaya bersama, ikhtiar bersama ICW dengan DPP Pemuda Muhammadiyah untuk berjamaah mencegah dan melawan korupsi,” kata Koordinator ICW, Ade Irawan. Acara penandatangan MoU dilakukan bersamaan dengan pelantikan Pemuda Muhammadiyah di Hotel Aryaduta , Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2014) malam.
Ade menyatakan ICW ingin menggalakkan gerakan antikorupsi dengan melibatkan banyak kelompok organisasi termasuk Pemuda Muhammadiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berkacamata itu menyebutkan, pihaknya juga akan aktif ke kampus-kampus Muhammadiyah memberikan pelatihan bersama. Setelah itu ditindaklanjuti pemantauan dan pembuatan posko pengaduan untuk mendorong pemuda aktif melaporkan soal korupsi.
“Kami tindak lanjuti dengan munculnya kader-kader anti korupsi yang memang berperan aktif dalam berdakwah terkait anti korupsi. Saya kira korupsi merajalela di Indonesia karena masyarakatnya tidak berperan aktif, makanya harus didorong,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Danil Azhar menyatakan pihaknya akan tetap berkomitmen mendukung pemberantasan korupsi. "Kita bersama ICW akan bersama-sama memberantas korupsi yang ada di negeri ini," ucapnya.
(ros/fjr)










































