Tolak Diskriminasi, Penderita Kusta Datangi DPRD Sulsel
Selasa, 25 Jan 2005 14:27 WIB
Makassar - Sekitar 80 penderita kusta di Makassar mendatangi DPRD Sulsel, Jl. Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (25/01/2005). Mereka menuntut penghapusan diskriminasi terhadap penderita kusta. Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kusta (FMK) menganggap, selama ini ada diskriminasi terhadap penderita kusta, terutama di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan. "Setiap kami ke rumah sakit selalu ditolak, dengan alasan ini bukan rumah sakit kusta," ujar Yahya Kadir, salah seorang penderita kusta. Selain itu, dalam sektor pendidikan, mereka juga menuntut agar anak mereka yang sekolah tidak dihina dan tetap mendapat perlakuan yang sama dalam memperoleh pendidikan. "Terkadang anak kami dikucilkan karena menderita kusta," keluh Yahya. Oleh karena itu, FMK juga meminta agar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini, dianggarkan dana dan biaya kesehatan dan pendidikan bagi penderita kusta. "Kami ingin anak kami dibebaskan uang sekolah mengingat banyak anak kami yang putus sekolah," terang Yahya. FMK datang ke kantor dewan sekitar pukul 09.00 WITA. Mereka berorasi di halaman DPRD Sulsel, hingga kemudian diterima oleh tim aspirasi DPRD Sulsel. Mereka meninggalkan DPRD Sulsel sekitar pukul 12.00 WITA. Para penderita kusta ini pada umumnya berdomisili di belakang rumah sakit Haji, Jongaya, Makassar. Di daerah ini, sebanyak 500 kepala keluarga penderita kusta. Di Sulsel sendiri, ada sekitar 14 komunitas tempat para penderita kusta berdomisili.
(asy/)











































