Jalan Perjuangan Bekasi Dicor, Omset Pedagang Buah Merosot
Selasa, 25 Jan 2005 13:27 WIB
Bekasi -
Peningkatan ruas Jalan Perjuangan Raya, Kelurahan Marga Mulya dan Harapan Baru, dengan beton cor hingga kini belum selesai. Akibatnya kemacetan terus terjadi, mobil pribadi mencari alternatif, dan pedagang buah rugi karena omsetnya turun.Itulah realita sehari-hari di ruas jalan antara pintu rel Kereta Api Bekasi sampai dengan Wisma Asri ini sejak dilakukan pengecoran jalan sejak 28 Desember lalu. Diduga situasi ini masih akan lama berlangsung karena pengecoran baru selesai sekitar 20 persen.Kemacetan terjadi karena hanya satu sisi jalan yang bisa digunakan sehingga lalu lintas menggunakan sistem buka tutup selama tiap sepuluh menit sekali. Kendaraan dari kedua arah lewat secara bergantian.Peninggian jalan sekitar 15 centimeter ini membuat para pedagang buah dan makanan di sepanjang salah satu sisi jalan, yaitu sisi kiri dari arah pintu rel KA, sengsara. Sebab kalau hujan deras tempat mereka berjualan kebanjiran hingga di bawah lutut.Yang lebih lebih membuat merana, para pengendara mobil pribadi ogah melewati jalan ini. Mereka memutar mencari jalan alternatif. Akibatnya omset pedagang buah, yang saat ini umumnya berjualan durian, jadi merosot secara signifikan.Proyek pengecoran jalan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bekasi dengan Pertamina. Pertamina menanggung separuh dari anggaran proyek senilai Rp 1 miliar karena truk-truk milik mereka yang membuat ruas jalan ini rusak parah.
(gtp/)










































