"Rapat memberikan masukan bagi juru runding. Jadi juru runding sebelum bertugas kami rapat pleno dulu, ada yang boleh dinegosiasikan, ada yang harga mati," kata Agung Laksono usai rapat di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakbar, Senin (22/12/2014).
Agung enggan merinci poin apa saja yang bisa dinegosiasikan dan tidak, namun tidak jauh dari 5 syarat yang sudah lebih dulu disampaikan. Yaitu soal koalisi, Perppu Pilkada, mendukung pemerintah, pileg proporsional terbuka, dan pilpres langsung oleh rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal pertemuan besok, Agung mengatakan, masih penjajakan yaitu dihadiri 5 orang juru runding dari kubu Agung dan juru runding dari kubu Ical. Soal tempat dan waktu belum diungkap.
"Secepatnya makin cepat makin baik," ucap mantan Menko Kesra itu soal tenggat perundingan.
Sebagaimana diketahui, kedua kubu telah menetapkan juru runding masing-masing 5 orang. Kubu Agung, yaitu Yorrys Raweyai, Agun Gunanjar, Priyo Budi, Andi Matalatta, dan Ibnu Munzier. Sementara dari kubu Ical yaitu Aziz Syamsuddin, Theo Sambuaga, MS Hidayat, Sjarief Cicip, dan Fredi.
(iqb/trq)











































