17 Warga NTT Tewas Akibat Diare

17 Warga NTT Tewas Akibat Diare

- detikNews
Selasa, 25 Jan 2005 11:28 WIB
Kupang - Sebanyak 17 orang warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dan 959 orang lainnya dirawat akibat terserang wabah diare.Korban tewas adalah 15 orang warga Kabupaten Flores Timur dan 2 orang lainnya warga Kabupaten Belu, wilayah perbatasan NTT dan Timor Leste. Sebagian besar penderita diare menjalani perawatan di RS Larantuka dan sejumlah puskesmas.Ada 7 Kecamatan yang menjadi daerah epidemik diare sejak 27 Desember 2004 lalu. Kecamatan yang paling parah, yakni Kota Larantuta dengan 354 kasus, disusul Kecamatan Adonara Timur dan Kecamatan Solor Timur dengan 207 kasus. Sementara 4 kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Klubagolit 17 kasus, Kecamatan Witihama 151 kasus, Kecamatan Tanjung Bunga 22 kasus dan Kecamatan Adonara Barat 1 kasus."Kemungkinan masih banyak korban yang belum terdata karena banyak daerah yang sulit dijangkau. Saat ini, pemerintah provinsi NTT telah mengirimkan sejumlah bantuan obat-obatan untuk membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur mengatasi diare," Kepala Bagian Kesejahteraan Biro Dinas Sosial NTT pada detikcom, di Kupang, NTT, Selasa (25/1/2005). Kasubdin Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan NTT Fransiscus Pello menambahkan tim medis telah diterjunkan ke beberapa lokasi yang diduga telah terserang diare untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan obat-obatan. Sebelumnya, tiga orang warga di Kabupaten Manggarai Barat tewas karena diare pada akhir 2004 lalu dan 7 orang warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka juga tewas karena diare.DBDSelain diare, wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menyerang dua kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 3 orang tewas dan 168 orang dirawat akibat DBD.Dua kabupaten yang telah terjangkit DBD yakni Kabupaten Sikka 6 kasus dan kota Kupang 162 kasus. Tiga korban tewas berasal dari Kota Kupang.Kabupaten lainnya termasuk daerah rawan DBD, yakni Kabupaten Kupang, Kabupaten Ende, Kabupaten Belu, Kabupaten Timur Tengah Selatan, Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Rote Ndao,Kasubdin Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan NTT Fransiscus Pello mengatakan daerah yang terjangkit DBD karena kurangnya penanganan warga terhadap pemberantasan sarang nyamuk DBD.Untuk mengantisipasi, menurut dia, pihaknya telah membagikan bubuk Abate dan memberikan penyuluhan cara hidup sehat kepada warga. Langkah lainnya, yakni melakukan pengasapan di perumahan penduduk. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads