"Persahabatan kami telah teruji beberapa kali pada waktu Indonesia krisis tahun 2008 pada waktu itu banyak sekali tenaga kerja kita di Korea Selatan. Kami minta tenaga kerja kita tak dipulangkan ke RI. Dan mereka tanggapi positif hal tersebut," ujar Zulkifli di Ruang Delegasi Pimpinan MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2014).
Dalam pertemuan ini pimpinan MPR menggunakan Bahasa Indonesia. Sementara itu Korea Selatan membawa interpreter Bahasa Indonesia dari kedutaan besar mereka untuk RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak parlemen Korea Selatan pun menanggapi prolog kerjasama ini. Chung kemudian menyampaikan bahwa negaranya ingin lebih erat dalam hal kemaritiman.
"Negara kami telah mengembangkan industri kemaritiman. Kami harap kita bisa bekerja sama labih erat. Seperti anda tahu di Filipina banyak sekali pembangunan infrastruktur maritim yang diproduksi oleh perusahaan dari Korea Selatan," ujar Chung.
Korea ingin mensupport infrastruktur kemaritiman sama halnya seperti di Filipina. Chung berharap pertemuan ini merupakan awal penjajakan kerjasama.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menambahkan bahwa RI dan Korea Selatan telah lama bekerjasama dalam hal persenjataan. Hidayat berharap kerjasama itu ditingkatkan lagi.
"Kita banyak kerjasama dalam hal senjata. Ada kapal selam dan lainnya. Semoga ke depannya kerjasama kita tak berhenti di situ saja. Siapa tahu Korea juga mau pakai yang buatan kami," ungkap Hidayat.
(bpn/trq)










































