"Dia turut serta membantu. Tapi dia bukan pelaku utama," kata perwira di Densus 88 yang tak mau disebutkan namanya ditemui di Salemba, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2014).
Perwira itu mengatakan bapak 6 anak itu bagian dari jaringan Dulmatin. Saat ditanya apa peranan Toni dalam jaringan tersebut dia enggan membeberkan.
"Dalam jaringan itu kan ada yang bagian logistik, ada yang sebagai informannya. Banyak. Tapi ya itu, dia bukan pelaku utamanya," terang perwira itu.
Toni Saronggallo ditangkap Densus 88 pada Minggu (21/12) malam. Dan saat ini Densus 88 masih melanjutkan pemburuan untuk menangkap anggota jaringan lainnya.
"Ini masih satu di antara yang akan ditangkapโ," tutur perwira itu.
(bil/ndr)











































