2014 'Tahun Tandingan', Tahun 2015 Bakal Jadi 'Tahun Aklamasi'?

2014 'Tahun Tandingan', Tahun 2015 Bakal Jadi 'Tahun Aklamasi'?

- detikNews
Senin, 22 Des 2014 10:54 WIB
2014 Tahun Tandingan, Tahun 2015 Bakal Jadi Tahun Aklamasi?
Jakarta -

Sepanjang tahun 2014 ini banyak sekali ditemukan nuansa tandingan dalam dunia politik tanah air ini. Melihat perkembangan politik terkini, sepertinya tak terlalu berlebihan menerka tahun 2015 nanti bakal jadi 'tahun aklamasii.

Pertarungan KMP vs KIH seolah belum selesai sampai saat ini. Setelah KMP menguasai seluruh kursi pimpinan DPR, MPR, dan alat kelengkapan dewan, kubu Koalisi Indonesia Hebat memunculkan DPR tandingan. Pada akhirnya ada kesepakatan antara KMP dan KIH untuk berbagi kursi pimpinan komisi di DPR.

Sepanjang tahun 2014 ini juga ada beberapa munas tandingan. Perpecahan PPP berujung pada perpecahan dan muktamar tandingan, namun Muktamar PPP di Surabaya yang digalang kubu Romahurmuziy cs yang lebih dulu diakui pemerintah, eks Sekjen PPP itu pun sukses secara akalamasi menjadi ketua umum PPP versi Muktamar Surabaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serupa namun tak sama, perpecahan di tubuh PPP juga terjadi di tubuh Partai Golkar. Partai pemenang kedua di Pemilu 2014 itu terpecah belah setelah Ketum Golkar Aburizal Bakrie memaksakan Munas di Bali dan menang secara aklamasi untuk melanjutkan memimpin Golkar lima tahun ke depan.

Gara-gara ini perpecahan tubuh beringin semakin kacau. Agung Laksono cs bersama para anggota Presidium penyelamat Golkar menggelar Munas tandingan yang menghasilkan Agung sebagai ketua umum versi Munas Ancol, Jakarta. Kemenkum HAM akhirnya tak mengambil sikap soal Golkar dan menyerahkan penyelesaian konflik internal ke Mahkamah Partai Golkar.

Di level kepala daerah juga sempat ada Gubernur DKI Jakarta tandingan. Namun demikian sang gubernur DKI Jakarta tandingan lama-lama hilang bak ditelan bumi, seiring dengan semakin cerdasnya masyarakat melihat ketangguhan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mengurai persoalan di Ibukota.

Dua peristiwa aklamasi pada tahun 2014 tersebut sepertinya bakal bertambah panjang pada tahun 2015 nanti. Sejumlah ajang pemilihan ketum parpol pada tahun 2015 nanti kemungkinan besar akan berakhir secara akalamasi.

Sejumlah parpol menjadwalkan pemilihan ketua umum pada tahun 2015 nanti. Antara lain Partai Demokrat, PAN, PDIP, Hanura, dan PKS. Sementara parpol lain seperti NasDem, Gerindra belum merencanakan pemilihan ketua umum, PKB sendiri sudah melakukan pemilihan ketum secara aklamasi pada tahun 2014.

Partai Demokrat, PAN, PDIP, dan Hanura, banyak diprediksi bakal melanggengkan ketua umum saat ini. Posisi SBY sebagai Ketum PD, Hatta Rajasa sebagai Ketum PAN, Megawati Soekarnoputri sebagai Ketum PDIP, dan Wiranto sebagai Ketum Hanura kemungkinan besar bakal tetap dipertahankan.

Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono secara blak-blakan berani menyebut dorongan akalamsi kemenangan SBY semakin kuat. Putra SBY tersebut bahkan berani menegaskan hanya SBY yang mampu mengembalikan kejayaan PD.

"Pantas jika banyak kader Demokrat yang menginginkan Pak SBY memimpin sekaligus mengayomi kita semua menuju Indonesia yang lebih aman, adil, demokratis, sejahtera dan dihormati dunia," kata Ibas dalam siaran pers, Sabtu (20/12/2014).

Sementara itu PDIP juga kemungkinan bernasib sama. Presiden Joko Widodo bersama seluruh DPD PDIP sepakat mendaulat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk kembali maju di Kongres tahun 2015 mendatang. PDIP sepertinya masih dalam pelukan Ibu Mega, elite PDIP pun telah sepakat Mega sukses mengantar Jokowi menuju regenerasi kepemimpinan nasional.

"Ibu Mega tidak egois dengan mencalonkan diri sendiri, tetapi dengan menggunakan mata hati Ibu Mega mendengarkan suara rakyat dan memutuskan Jokowi yang menjadi capres PDIP dan terbukti Jokowi bisa memenangkan Pilpres 2014," kata Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait.

Sejumlah elite Hanura juga tak berani menyebut kandidat Ketum selain Wiranto yang legowo tak jadi menteri meski Hanura yang bergabung ke KIH mendapat jatah di kabinet. Sementara itu PAN, sejauh ini Ketum Hatta Rajasa sudah menyatakan bakal maju kepada sejumlah elite PAN, sementara dua kompetitornya yaitu Dradjad Wibowo dan Zulkifli Hasan sampai saat ini belum berani memberikan 'perlawanan'. Meskipun demikian pada akhirnya Ketua MPP Amien Rais yang sangat berpengaruh apakah Hatta akan menang aklamasi atau Pak Amien menunjuk orang lain jadi ketum PAN.

Untuk Partai Gerindra kemungkinan besar tidak melakukan Kongres tahun 2015 mendatang. Ketum Prabowo Subianto pun masih kokoh tak tertandingi di pucuk pimpinan. Demikian pula Partai NasDem posisi Surya Paloh pun semakin kuat pasca kesuksesan masuk DPR di Pemilu 2014.

Yang cukup menarik adalah pemilihan Ketum PKS nantinya, konon di tubuh PKS mulai terjadi tarik ulur pro Anis Matta untuk menjadi Presiden PKS lagi dan ada faksi 'Keadilan' yang sedang berjuang mengumpulkan dukungan untuk mengantar tokoh lain di pucuk pimpinan PKS. Selalu perkembangan isu politik yang terus panas hanya di detikcom.

(van/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads