Menteri Anies Blusukan di Perkampungan WNI di Sabah Malaysia

Menteri Anies Blusukan di Perkampungan WNI di Sabah Malaysia

- detikNews
Sabtu, 20 Des 2014 21:45 WIB
Menteri Anies Blusukan di Perkampungan WNI di Sabah Malaysia
Staf Sekretariat Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan blusukan ke perkampungan WNI di Sabah, Malaysia. Dalam blusukannya itu, Anies bertemu orangtua seorang pelajar WNI yang berprestasi, dan mereka mengkhawatirkan anaknya ditangkap polisi Malaysia karena tak ada dokumen.

Blusukan itu di lakukan di sebuah peternakan ayam di Inanam, Sabah, Malaysia, Sabtu (20/12/2014). Lokasi blusukannya 20 Km di luar kota Kinabalu. Anies bertemu orangtua pelajar yang bernama Firno dan sekolah di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).

Anies ingin melihat langsung kehidupan Yoseph, ayah Firno, yang bekerja di ladang peternakan ayam Cyon Som di Inanam. Selain Yoseph, Anies juga bertemu WNI lainnya yang bekerja di peternakan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Firno diketahui sebagai pelajar SMA SIKK dan berprestasi di bidang kesenian (bernyanyi), padahal orangtuanya hanya pekerja kasar di peternakan ayam tersebut. Dalam bincang-bincang kecilnya bersama Yoseph, Anies menemukan beberapa permasalahan yang perlu bantuan pemerintah RI, yaitu kesulitan mendapatkan visa pelajar, paspor yang sudah mati dan transportasi dari Inanam ke sekolah.

Yoseph menceritakan, Firno pernah ditangkap aparat setempat sepulang sekolah karena tidak memiliki dokumen. Yoseph pun mencari uang untuk membayar denda sebanyak ratusan ringgit. Sejak itu, ia merasa tak tenang jika Firno belum kunjung pulang hingga matahari terbenam, walau ia tahu transportasi sangat sulit setelah sore hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri karena sudi berkunjung ke bedeng perumahan kami. Namun selanjutnya kami memohon dapat diberikan bantuan bus sekolah untuk transportasi buat anaknya Firno dan anak-anak lain yang bertempat tinggal di sekitarnya," kata Yoseph.

“Saya bersama istri selepas matahari terbenam selalu berdiri di pinggir jalan menunggu Firno pulang”, demikian kata Yoseph. “Firno adalah anak tertua saya dan harapan saya di masa yang akan datang” tambahnya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan telah menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pendidikan kepada masyarakat. Untuk itulah Menteri Anies berkunjung ke Kota Kinabalu untuk meresmikan sebuah gedung SMA baru di SIKK pada tanggal 20 Desember 2014.

Gedung SMA yang berdiri 2 lantai dengan biaya lebih dari 7 milyar itu dibangun selama 22 minggu sejak bulan Juli 2014. Menteri Anies didampingi oleh Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan meresmikan Gedung baru SMA SIKK tersebut.

Selepas peresmian Gedung SMA, Menteri Anies melakukan video conference dengan guru dan anak murid dari Community Learning Center (CLC) di Morotai, Tawau. Menteri Anies juga melakukan penanaman pohon di halaman SIKK.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu menyampaikan, masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan. Dari sekitar 53 ribu anak-anak usia sekolah yang berasal di Sabah, pemerintah baru dapat memberikan pelayanan kepada 24.113 anak melalui pendirian SIKK dan 219 buah CLC.

(vid/ear)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini