Blusukan itu di lakukan di sebuah peternakan ayam di Inanam, Sabah, Malaysia, Sabtu (20/12/2014). Lokasi blusukannya 20 Km di luar kota Kinabalu. Anies bertemu orangtua pelajar yang bernama Firno dan sekolah di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).
Anies ingin melihat langsung kehidupan Yoseph, ayah Firno, yang bekerja di ladang peternakan ayam Cyon Som di Inanam. Selain Yoseph, Anies juga bertemu WNI lainnya yang bekerja di peternakan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yoseph menceritakan, Firno pernah ditangkap aparat setempat sepulang sekolah karena tidak memiliki dokumen. Yoseph pun mencari uang untuk membayar denda sebanyak ratusan ringgit. Sejak itu, ia merasa tak tenang jika Firno belum kunjung pulang hingga matahari terbenam, walau ia tahu transportasi sangat sulit setelah sore hari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri karena sudi berkunjung ke bedeng perumahan kami. Namun selanjutnya kami memohon dapat diberikan bantuan bus sekolah untuk transportasi buat anaknya Firno dan anak-anak lain yang bertempat tinggal di sekitarnya," kata Yoseph.
“Saya bersama istri selepas matahari terbenam selalu berdiri di pinggir jalan menunggu Firno pulang”, demikian kata Yoseph. “Firno adalah anak tertua saya dan harapan saya di masa yang akan datang” tambahnya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan telah menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pendidikan kepada masyarakat. Untuk itulah Menteri Anies berkunjung ke Kota Kinabalu untuk meresmikan sebuah gedung SMA baru di SIKK pada tanggal 20 Desember 2014.
Gedung SMA yang berdiri 2 lantai dengan biaya lebih dari 7 milyar itu dibangun selama 22 minggu sejak bulan Juli 2014. Menteri Anies didampingi oleh Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan meresmikan Gedung baru SMA SIKK tersebut.
Selepas peresmian Gedung SMA, Menteri Anies melakukan video conference dengan guru dan anak murid dari Community Learning Center (CLC) di Morotai, Tawau. Menteri Anies juga melakukan penanaman pohon di halaman SIKK.
Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu menyampaikan, masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan. Dari sekitar 53 ribu anak-anak usia sekolah yang berasal di Sabah, pemerintah baru dapat memberikan pelayanan kepada 24.113 anak melalui pendirian SIKK dan 219 buah CLC.
(vid/ear)










































