Dua Sahabat Sejati Sehidup Semati

Korban Granat

Dua Sahabat Sejati Sehidup Semati

- detikNews
Selasa, 25 Jan 2005 08:15 WIB
Jakarta - Nimrot dan Armin sama-sama anggota Satuan I Gegana Brimob angkatan 2000, tugas ke Aceh bersama, kos-kosan bareng, sama-sama humoris, hingga akhirnya menemui ajal bersama.Masih banyak lagi kesamaan di antara keduanya, seperti berasal dari suku yang sama, punya pangkat yang sama, dan berusia sama.Bahkan kabarnya, mereka berdua sama-sama berencana hendak menikah dengan masing-masing pujaan hatinya pada tahun ini, namun juga sama-sama kurang dana untuk membiayai pernikahan.Kisah dua sahabat sejati yang sehidup semati ini menyeruak ketika sebuah ledakan granat menjemput nyawa kedua anggota Brimob Kelapa Dua berpangkat Ajun Brigadir Dua ini.Ledakan itu terjadi sekitar pukul 05.45 WIB, Senin 24 Januari 2005 di rumah kosan di Gang Sangging I RT 12 RW 01 Kampung Rumbut, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok, berjarak sekitar puluhan meter dari kompleks Ksatriyan Brimob Kelapa Dua, Depok.Nimrot Meneer Batubara (26) dan Armin Turnip (26) dikenal warga dan teman-temannya sebagai pribadi yang lucu dan humoris, ramah dan sangat bersahabat dengan siapapun. Tidak ada yang menyangka keduanya pergi selama-lamanya dalam musibah yang mengejutkan itu.Kabar pun beredar kalau musibah itu terjadi lantaran keduanya atau salah satunya mengalami stres dan depresi akibat baru pulang tugas dari Aceh 3 bulan yang lalu. Mereka pun saling main lempar-lemparan granat hingga akhirnya meledak.Namun kabar itu ditampik warga dan teman-temannya. Sebab selain sifat keduanya yang sangat terbuka, ditambah lagi dengan rencana pernikahan yang membayang pelupuk mata pada tahun ini. Nimrot dengan kekasihnya Purba dan Armin dengan pujaan hatinya Sipayung.Bunuh DiriKabar lain menyebutkan, keduanya atau salah satunya stres bukan karena pulang dari Aceh, melainkan karena kurang dana untuk membiayai pernikahan sehingga melakukan bunuh diri.Seorang warga mengaku melihat Nimrot keluar rumah untuk mematikan sekring listrik sambil memegang granat. Setelah itu dia masuk kembali ke rumah. Lalu pintu dan gorden rumah ditutup. Tidak berapa lama kemudian ada ledakan dari ruang tamu.Diduga sekring listrik dimatikan Nimrot agar efek ledakan yang kemungkinan memercikkan api tidak mengenai listrik, sehingga tidak menimbulkan dampak kerusakan maupun kebakaran akibat korsleting yang menyebar pada rumah tetangga.Nimrot dan Armin tewas seketika dalam peristiwa itu. Kondisi jasad Nimrot paling parah ketimbang Armin. Wajah Nimrot hancur. Mata, hidung, mulut, dan pipinya tidak bisa dikenali lagi.Bagian dada dan perut Nimrot juga hancur karena tertembus serpihan logam granat buatan Korea itu. Pergelangan tangan kirinya putus dan jari-jarinya terpental. Sehingga dibutuhan rekonstruksi yang lama untuk membenahi jasad Nimrot.Sedangkan kondisi jasad Armin luka pada punggung kanan akibat tertembus serpihan logam granat yang menembus jantung. Namun wajah, dada, perut, dan kakinya masih utuh. Dia meninggal dengan tetap mengenakan jam di tangan kanannya.Pihak kepolisian menepis semua dugaan kalau ledakan granat itu akibat bunuh diri atau main-main. Sebab kondisi kedua korban sudah diperiksa dokter jiwa dan dinyatakan dalam keadaan sehat sepulang dari Aceh.Kejadian itu dikatakan polisi sebagai murni kecelakaan. Granat yang meledak itupun dinyatakan bukan milik Korps Brimob. Menurut Ajun Brigadir Dua Yakobus Krisbon Limbong, penghuni rumah kos bersama Nimrot dan Armin yang selamat dari ledakan karena sedang olah raga, granat itu ditemukan Nimrot pada Minggu malam.Namun Limbong tidak mengetahui lokasi penemuan granat. Rencananya, Nimrot akan menyerahkan granat itu kepada atasannya pada Senin pagi dengan alasan sudah kemalaman. Pihak kepolisian menyangkal kalau granat itu dibawa Nimrot dari Aceh. Sebab saat akan meninggalkan Aceh, semua petugas diperiksa.Apa daya, pada Senin pagi yang naas, granat itu meledak sehingga merenggut nyawa Nimrot dan Armin. Isak tangis dari pujaan hati dan keluarga keduanya pun tiada henti. Rasa pilu, syok dan bingung menyelimuti mereka dan juga teman-teman keduanya.Saking tidak percaya, orang-orang dekat keduanya tak ada yang mau angkat bicara mengenai spekulasi atas musibah tersebut. Kata-kata yang meluncur hanyalah mengesankan betapa akrabnya Nimrot dan Armin, betapa humorisnya mereka berdua, betapa baiknya dan ramahnya mereka.Namun kini dua sahabat sejati sehidup semati itu telah tiada setelah bersama-sama menemui ajal. Kisah jalinan persahabatan mereka pun terhenti. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads