Warga Bale Kambang Cegah Tsunami dengan 'Kepalo Pendem'

Warga Bale Kambang Cegah Tsunami dengan 'Kepalo Pendem'

- detikNews
Senin, 24 Jan 2005 20:30 WIB
Malang - Untuk menghindari bencana tsunami di sekitar laut selatan pulau Jawa, puluhan warga yang tinggal di sekitar pantai Bale Kambang, Kabupaten Malang selatan, melakukan acara ritual larung sesaji 'Kepalo Pendem', Senin (24/1/2005). Sesaji dilarutkan di tengah-tengah laut selatan.Warga berasal dari lima desa, yaitu Desa Sumberejo, Desa Sumber Wangi, Desa Ndokosari, Desa Segaran, dan Desa Bantur. Pantai Bale Kambang terletak 60 km dari kabupaten Malang. Ritual larung sesaji ini diyakini oleh masyarakat setempat bisa menolak segala bencana. Baik itu tsunami maupun bencana lainnya yang akan terjadi di wilayah laut selatan, khususnya di sekitar pantai selatan Kabupaten Malang itu.Menurut sesepuh suaka adat masyarakat sekitar pantai Bale Kambang Ageng Sriwedari, kegiatan ritual ini merupakan permintaan dari Sang Pencipta, agar seluruh warga yang tinggal di sekitar pantai laut selatan diberikan keselamatan. "Ritual ini murni untuk memohon keselamatan kepada Sang Pencipta agar diberikan keselamatan. Karena saat ini seluruh warga dihantui rasa ketakutan akibat bencana tsunami yang terjadi di Aceh," kata Ageng Sriwedari. Ritual ini juga dilakukan karena beberapa hari air laut sudah masuk ke darat sejauh 100 meter. "Beberapa hari yang lalu air laut sudah masuk ke darat sejauh 100 meter bari bibir pantai, serta ombak yang tinggi. Melihat hal itu penduduk tambah takut. Jadi, saya dan beberapa tetua desa lainnya segera meminta petunjuk kepada Sang Pencipta," jelas Ageng. Menurut Ageng, setelah mencoba berkomunikasi dengan Tuhan, dirinya mendapat perintah untuk segera mengadakan larung sesaji 'Kepalo Pendem' ini. Dalam acara larung sesaji ini, semua bahan makanan yang terdiri dari 5 macam umbi-umbian diletakkan di dalam perahu kecil berbentuk ular naga dan dicat warna hitam. Setelah sesepuh suaka adat memberikan doa, perahu yang akan dilarung ke tengah laut itu digotong beramai-ramai dengan diiringi tarian dan gending Jawa. Selesai diberi doa, perahu yang berisi sesajen dibawa oleh beberapa warga menuju ke tengah laut untuk dilarung agar masyarakat yang tinggal di sekitar laut selatan terhindar dari bencana tsunami. Dari pantauan detikcom di beberapa wilayah pantai yang ada di Kabupaten Malang Selatan, dalam beberapa hari terakhir ini ombak besar dan gelombang pasang sering masuk ke perkampungan penduduk sampai sejauh 200 meter dari bibir pantai. Bahkan, warga yang berada di sekitar pantai Tamban Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Selatan, tiap malam masih harus mengungsikan keluarga mereka untuk menghindar, apabila ombak besar dan gelombang pasang menerjang kampung mereka. (asy/)


Berita Terkait