"Ada juga seorang pria, Kadek Keted (39) yang mengalami gigitan biasa. Pihak rumah sakit saat ini merawat intensif ketiga korban, karena diduga anjing terjangkit virus rabies," kata Kadis Peternakan dan Perikanan darat, Pemkab Bangli, Ir Alit Parwata, saat dihubungi melalui selulernya, Kamis (18/12/2014).
Kejadian ini terjadi sekitar pukul pukul 18.00 WITA, sore tadi. Saat itu, kata Alit, adik kakak itu sedang melintas di jalanan rumahnya. Tiba-tiba seekor anjing lepas dari ikatannya dan menerkam dua bocah tersebut. Kemudian, mengamuk dan menerkam seorang warga lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, diakui Alit, untuk mengetahui apakah anjing terjangkit virus rabies atau tidak, maka akan ada pemeriksaan di laboratorium.
"Sample otak anjing sudah dibawa ke Denpasar. Kita masih lakukan pemeriksaan. Nanti dikabari lebih lanjut," tukasnya.
Atas kejadian ini, dua bocah itu mengalami luka serius. Pihak medis pun kini tengah melakukan perawatan intensif.
Kabupaten Bangli, dikenal sebagai kabupaten yang memiliki populasi anjing 'gila' (terjangkit rabies) tertinggi. Bahkan, beberapa tahun lalu anjing-anjing di kabupaten itu dibakar secara massal.
(kha/kha)











































