Politisi senior Partai Golongan Karya Hajriyanto Y Thohari meminta Agung Laksono dan Aburizal Bakrie (Ical) segera menjalin islah melalui Munas rekonsiliasi, bukan ke pengadilan. Apabila perseteruan dua kubu itu berlanjut ke pengadilan menurut dia, kader Golkar terancam 'gigit jari' karena tak bisa ikut Pilkada di tahun 2015.
Bagaimana reaksi Dewan Pimpinan Daerah Golkar?
Sekretaris Forum DPD Golkar se-Indonesia Ridwan Bae membantah kekhawatiran Hajriyanto tersebut. Menurut dia politisi Golkar tetap bisa maju dalam pemilihan kepala daerah di tahun 2015 nanti. "Saya kira tidak begitu, tidak akan mengancam di Pilkada," kata Ridwan saat berbincang dengan detikcom, Kamis (18/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilkada 2015 itu artinya, mereka harus berangkat dari kepengurusan lama," kata Ridwan yang juga Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tengah.
Dari data Komisi Pemilihan Umum tercatat pada tahun 2015 ada 8 provinsi, 170 kabupaten dan 26 kota yang akan menggelar Pilkada. Akankah kader Golkar di daerah bisa ikut Pilkada 2015?
(erd/nrl)











































