Tak sedikit karyawan yang mengeluh karena akses mereka menuju ke kantor semakin sulit. Para karyawan ini harus memarkirkan motornya di gedung lain yang merupakan kantung-kantung parkir yang disiapkan Pemprov DKI.
"Saya parkir di Carrefour Duta Merlin," kata Intan (32) di bus gratis Trans Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2014).
Namun Intan hanya masuk ke kantor setengah hari, karena harus bertemu klien di tempat lain. Menurutnya, jika bekerja di kantornya yang berlokasi di kawasan MH Thamrin, Intan lebih memilih naik taksi.
Hal lain diungkapkan Agustinus. Pria yang bekerja di kawasan Jl Kebon Sirih ini memilih nebeng dengan temannya yang merupakan pengendara mobil dan berhenti di persimpangan Jl MH Thamrin.
Markus (40) merupakan salah seorang karyawan yang sepakat dengan kebijakan tersebut. Pria yang pernah bekerja di Singapura selama 3 tahun ini menilai, kebijakan Pemprov DKI Jakarta harus didukung. Kebijakan tersebut harus dimulai jika Jakarta ingin maju.
"Mungkin dulu di Singapura juga begini, banyak yang nentang. Tapi kalau nggak dimulai kita nggak bakal maju," tuturnya.
(kff/ndr)











































