Panitia Porwanas Sangkal Suap Redaksi Media Lokal
Senin, 24 Jan 2005 18:15 WIB
Pekanbaru - Lain dulu, lain sekarang. Jika dulu media massa lokal Riau sempat garang memberitakan kontroversi Porwanas, kini kegarangan tak tampak lagi. Bahkan isinya lebih positif pada momen yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu.Perubahan ini tentu saja melahirkan berbagai tanda tanya. Hingga akhirnya berhembus isu adanya "penyuapan" terselubung telah dilakukan panitia Porwanas kepada redaksi media massa lokal."Penyuapan" tak langsung itu berupa panitia menjanjikan berlangganan koran 250 eksamplar kepada 10 media lokal di Pekanbaru. Langganan itu akan dihitung sejak 7 Februari hingga 18 Februari 2005. Mendapat tawaran media-nya akan dibeli dengan berlangganan sebanyak 250 eksemplar ini tentu saja menggiurkan. Kabar yang beredar cukup santer, beberapa petinggi media lokal luluh dengan membuat kebijakan baru untuk tidak menulis segarang sebelumnya. Maklum, terbitan mereka akan dibeli panitia Porwanas dan dibagikan gratis kepada peserta Porwanas. Dengan kondisi begini, masak nulisnya mengkritisi penyelenggaraan acara tersebut.Lain hal TVRI Stasiun Pekanbaru. Media milik publik ini justru mengajukan dana bantuan peliputan acara sejak Porwanas dibuka hingga ditutup. Yanhardi, Asisten Manajer Berita TVRI Pekanbaru, ketika dihubungi detikcom, Senin (24/1/2005) mengatakan, pihaknya memang mengajukan dana peliputan acara sebesar Rp 30 juta. "Tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari panitia Porwanas," katanya.Sedangkan Ketua PWI Sutrianto kepada detikcom membenarkan bila mereka berlangganan koran terhadap 10 media massa lokal. Masing-masing media dilanggani 250 eksemplar. Koran itu, katanya, akan dibagikan ke para tamu serta kontingen Porwanas masing-masing daerah."Masak iya sih kami berlangganan koran dianggap menyuap redaksi media lokal? Saya kira itu hal yang wajar saja. Sebab, ini bagian dari dana publikasi juga. Intinya langganan koran itu bukan dari upaya penyuapan panitia ke media massa," kata Sutrianto.Menyangkut masalah TVRI, Sutrianto mengakui bahwa pihaknya menerima pengajuan dana anggaran peliputan. Namun sejauh ini dia mengaku tidak mengetahui berapa jumlah yang diajukan TVRI untuk acara tersebut."Memang benar TVRI mengajukan liputan siaran langsung saat pembukaan dan penutupan Porwanas nanti. Tapi saya lupa berapa anggaran yang mereka minta," ujarnya.
(jon/)











































