Demikian disampaikan, Kapolresta Barelang, AKBP Asep Syafrudin dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (17/12/2014). Dia menjelaskan, sampai saat ini korban pemukulan oknum Polri masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Barelang, di Batam.
"Kita terima laporan mereka (korban pemukulan-red) untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Bila perlu nanti para korban kita suruh untuk dilakukan visum," kata AKBP Asep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak benar kalau ada dari pihak kami yang mencoba menekan pihak pengelola Harbour Bay agar para satpamnya jangan membuat laporan ke kami. Kami justru merasa terbantu dengan adanya laporan tersebut. Dengan demikian kami bisa untuk melakukan penyelidikan," kata Kombes Asep.
Mereka yang menjadi korban sasaran pelampiasan oknum Polairud Mabes Polri sejak siang hingga sore ini berada di Mapolresta Barelang, Batam, Rabu (17/12/2014). Mereka terdiri dari, Sukardi, Heri. Jaenudin Antoni dan Samgar.
"Rekan-rekan kami saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres. Mereka korban pemukulan oknum-oknum yang mengamuk di depan diskotek M One tadi pagi," ujar Dangka juru bicara dari para korban kepada detikcom, Rabu (17/12/2014).
Dangka menyebutkan, ke 5 korban itu merupakan 2 Satpam penjaga kawasan Harbour Bay, satu Satpam Mall dan dua orang juru parkir.
"Mereka ada yang kena tendang dan ditodong senjata. Padahal rekan-rekan kami ini tidak tahu masalah apapun soal keributan di halaman diskotek itu," tutur Dangka.
Sebagaimana diketahui, subuh tadi sekitar pukul 03.00 WIB terjadi keributan di diskotek M One di kawasan Harbour Bay. Kawasan ini merupakan komplek wisata kuliner sekaligus di kawasan itu ada hotel, mal dan sarana hiburan.
Di lokasi diskotek M One, (sebelumnya tertulis F One), terjadi perselisihan antara oknum kepolisian Polda Kepri dan oknum Polairud Mabes Polri yang lagi di BKO-kan di Kepri. Keributan sesama anggota Polri ini akhirnya terjadi perkelahian.
Perkelahian ini lantas mengundang rekan-rekan oknum Polairud Mabes Polri. Belasan orang berpakaian preman datang dengan menenteng senjata laras panjang dan pistol.
Mereka mengamuk menghancurkan portal parkir di kawasan tersebut. Para Satpam dan juru parkir menjadi pelampiasan emosional aparat negara yang petentengan itu. Mereka ditodong senjata lantas dipukuli.
Padahal sasaran mereka adalah oknum Polda Kepri yang telah memukul rekannya. Oknum Polda Kepri telah kabur membawa rekannya yakni bule asal Solo, Jawa Tengah ke rumah sakit. Tak ayal, warga sipil yang lagi bekerja menjadi tempat pelampiasan.
Namun Polda Kepri membantah bila perkelahian tersebut sesama anggota Polri. Perkelahian itu diklaim pihak Polda Kepri antara oknum polisi dengan warga sipil di tempat hiburan.
(cha/ndr)











































