Demam Berdarah Serang Yogya

Demam Berdarah Serang Yogya

- detikNews
Senin, 24 Jan 2005 18:00 WIB
Yogyakarta - Wabah Demam Berdarah (DB) mulai menyerang warga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hingga minggu keempat bulan Januari 2005. sedikitnya 32 orang tercatat sebagai penderita DB yang telah dirawat di beberapa rumah sakit di DIY. Data yang berhasil dihimpun dari lima kabupaten/kota di DIY menyebutkan, hingga hari ini Senin (24/1/2005) tercatat jumlah penderita DB paling banyak terjadi di Kulon Progo sebanyak 11 orang. Urutan kedua ditempati Kabupaten Gunung Kidul sebanyak 10 orang. Di Kabupaten Sleman sebanyak lima orang. Di Kabupaten Bantul terdapat lima orang. Sedangkan di Kota Yogyakarta ditemukan satu orang penderita saja. Namun, diperkirakan jumlah penderita DB yang sesungguhnya jauh lebih besar daripada yang berhasil terpantau lewat rumah sakit dan puskesmas. Namun dibandingkan dengan jumlah penderita pada kuartal pertama tahun 2004, jumlah tersebut jauh lebih kecil."Memang sudah ada laporan yang masuk dari beberapa kabupaten/kota mengenai jumlah pasien demam berdarah saat ini, tapi ini belum termasuk ketegori kejadian luar biasa. Meski demikian, hal itu harus tetap kita waspadai," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY dr Bondan Agus Suryanto SE MA kepada wartawan di kantornya, Jl. Kyai Mojo, Yogyakarta, Senin (24/1/2005).Bondan mengatakan, selama musim penghujan, pihaknya akan terus memantau baik di perkotaan mau di pedesaan agar jumlah penderita DB tidak semakin bertambah. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat Yogyakarta mewaspadai kemungkinan meluasnya penyakit DB yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegepty itu. "Kami telah meminta puskesmas-puskesmas untuk lebih menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan tiga M yaitu menguras bak air, menutup dan mengubur benda-benda yang dapat dijadikan sarang dan tempat perkembangbiakan nyamuk tersebut. Selain itu juga akan kita lakukan fogging atau pengasapan bila perlu," kata dia. Sementara itu secara terpisah Kepala Bidang Pengembangan dan Perencanaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo dr M. Taufik mengatakan, jumlah pasien DB di Kulon Progo saat ini mengalami peningkatan. Pasien DB paling banyak ditemukan berasal dari daerah sekitar Pegunungan Menoreh seperti Kecamatan Kokap, Samigaluh, dan lain-lain. "Memang ada tren naik dari minggu pertama hingga minggu keempat ini. Angka pastinya masih kita data. Sampai minggu kedua kemarin sudah 11 orang yang terkena demam berdarah," katanya.Menurut Taufik, di daerah tersebut tidak hanya DB saja yang dpantau tapi juga malaria karena di wilayah sekitar menoreh merupakan wilayah endemik penyakit malaria selama beberapa tahun terakhir ini. (asy/)



Berita Terkait