Jangan Sampai Munas PMI Jadi Ring Tinju KMP vs KIH

Munas XX PMI

Jangan Sampai Munas PMI Jadi Ring Tinju KMP vs KIH

- detikNews
Rabu, 17 Des 2014 16:14 WIB
Jangan Sampai Munas PMI Jadi Ring Tinju KMP vs KIH
Jakarta - Munas XX PMI yang digelar di Hotel Millennium Jakarta jadi ramai lantaran ada sejumlah nama calon ketua umum yang akan bersaing. Ada nama incumbent Jusuf Kalla yang didukung mayoritas pengurus PMI, ada juga nama Titiek Soeharto yang juga Waketum Golkar kubu Ical.

Seperti tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI khususnya pasal 5 dan 6, PMI berasaskan Pancasila dan bertujuan meringankan penderitaan sesama manusia yang disebabkan oleh bencana dan kerentanan lainnya dengan tidak membedakan agama, bangsa, suku bangsa, bahasa, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan pandangan politik.

Sedangkan keanggotaan PMI seperti tercantum di pasal 29, adalah pribadi-pribadi/individu yang memenuhi syarat sebagai anggota PMI. Keanggotaan PMI terbuka bagi setiap orang tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, golongan, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, dan pandangan
politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada prinsip dasar dan fungsi PMI yang terdapat pada Anggaran Rumah Tangga, tercatat PMI memiliki prinsip kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, kesemestaan. Artinya PMI tidak boleh terkait dengan kepentingan politik.

Memang untuk posisi ketua umum PMI tidak ada aturan larangan merangkap jabatan di parpol. Namun kepala markas PMI seperti diatur di pasal 50 Anggaran Rumah Tangga dilarang merangkap jabatan sebagai pengurus dan atau afiliasi partai politik.

Semangat yang ada di dalam AD dan ART PMI jelas ingin menjaga marwah PMI sebagai organisasi yang bebas afiliasi politik. Apalagi sampai dijadikan alat politik.

Saat Wapres Jusuf Kalla menjabat Ketua Umum PMI 2009-2014, JK tidak menjabat posisi apa pun di Golkar, meskipun JK pernah menjadi Ketua Umum Golkar sebelumnya.

Kini ada kandidat yang masih aktif di parpol yakni Waketum Golkar Titiek Soeharto yang ingin memperebutkan kursi Ketua PMI.

Titiek yang ingin terlibat dalam aksi sosial PMI tersebut bahkan sudah mengantongi Ketua Umum Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie, yang ketua presidium Koalisi Merah Putih.

"Mbak Titiek sudah meminta restu Pak Ical dan pada intinya Golkar merestui Mbak Titiek maju menjadi Ketua Umum PMI," kata Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo kepada detikcom, Rabu (17/12/2014).

Masuknya Titiek di bursa caketum PMI pun sempat memunculkan berbagai rumor di kalangan pengurus PMI yang hadir di arena Munas. Di antara rumor itu muncul kekhawatiran Munas PMI jadikan ajang pertarungan Koalisi Merah Putih vs Koalisi Indonesia Hebat. Namun Bambang Soesatyo lekas mengklarifikasi, tak ada pertarungan tersebut di Munas XX PMI.

"Nggaklah, ini berbeda. PMI kan medium sosial, bukan medium politik," kata Bambang.

Buat Golkar, imbuh Bambang, tak soal siapa pun yang menang. "Pak JK dan Mbak Titiek kedua-duanya bagus, kan dua-duanya kader Golkar," katanya diplomatis.

Munas XX PMI berlangsung 16-18 Desember dan diikuti 690 orang dari PMI Provinsi/Kabupaten/Kota. Agenda malam nanti adalah pemilihan ketua umum 2014-2019.
Β 




(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads