LSI menggelar survei pada 25 Oktober-3 November 2014. Responden survei berjumlah 2.000 orang yang diberi pertanyaan 'Menurut Ibu dan Bapak, sistem pilkada mana yang cocok untuk gubernur, bupati atau wali kota?'. Margin error survei ini 2,1%.
"Mayoritas rakyat Indonesia menginginkan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat, hanya sedikit yang menginginkan dikembalikan ke DPRD," kata Direktur Peneliti LSI Hendro di kantornya, Jl Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
84,1% mendukung pilkada langsung
5,8% mendukung pilkada via DPRD
6,8% tidak ada masalah dengan dua sistem itu
3,3% tidak tahu/tidak menjawab
Dari 2.000 responden, 53,2% adalah pemilih Jokowi-JK, 46,9% pemilih Prabowo-Hatta, sisanya merahasiakan pilihannya.
Berikut hasil survei LSI terhadap 52,3% pemilih Jokowi-JK:
89% mendukung pilkada langsung
4% mendukung pilkada via DPRD
4% tidak ada masalah dengan dua sistem itu
3% tidak tahu/tidak menjawab
Berikut hasil survei LSI terhadap 46,9% pemilih Prabowo-Hatta:
78% mendukung pilkada langsung
10% mendukung pilkada via DPRD
10% tidak ada masalah dengan dua sistem itu
2% tidak tahu/tidak menjawab
Dari 2.000 responden, 40,9% adalah pemilih parpol-parpol anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH), 42,4% pemilih parpol-parpol anggota Koalisi Merah Putih. Namun KIH dan KMP yang dimaksud oleh LSI tak melibatkan PPP dan Partai Demokrat (PD). PPP dan PD tak dianggap jadi bagian dari KIH dan KMP. Sisa persentase tadi adalah pemilih PPP dan PD.
Pemilih KIH:
91% mendukung pilkada langsung
4% mendukung pilkada via DPRD
3% tidak ada masalah dengan dua sistem itu
2% tidak tahu/tidak menjawab
Pemilih KMP:
81% mendukung pilkada langsung
8% mendukung pilkada via DPRD
9% tidak ada masalah dengan dua sistem itu
3% tidak tahu/tidak menjawab
Pemilih PPP-PD:
83% mendukung pilkada langsung
8% mendukung pilkada via DPRD
7% tidak ada masalah dengan dua sistem itu
2% tidak tahu/tidak menjawab
(trq/van)











































