Inspeksi itu dilakukan Ahok dua jam sebelum waktu pelantikan Djarot sebagai Wagub DKI Jakarta. Selepas menghadiri salah satu acara di Blok G Balai Kota, Ahok melintas di bekas ruang kerjanya. Ia meminta staf pamdal membukakan pintu ruangan itu.
"Wah," kata Ahok dengan ekspresi terkejut dan berdecak kagum saat pintu dibuka. Di depannya, ruangan itu sudah berubah desainnya. Yang paling mencolok ada satu set sofa hitam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok sempat berfoto sebentar. Dia lalu berdiri dan mengecek meja kerja, ruang rapat, ruang tamu, serta kamar tidur yang berada di bagian belakang ruang kerja. Ahok terlihat berbincang sesaat dengan staf wakil gubernur.
"Ini mau cek saja. Kalau gini kan sudah siap ya. Saya mau pastikan semuanya, rumah sama mobil kan sudah siap. Tinggal ruang kerjanya," jelas Ahok.
Dia tidak mau peristiwa yang dialaminya bersama Jokowi saat baru dilantik pada 2012 lalu. "Jangan kayak dulu saya sama Pak Jokowi baru masuk pertama kali. Dulu saya masuk saja nggak ada kursi akhirnya terpaksa ambil kursi dari meja rapat untuk staf saya," ujarnya.
Mengenai sofa besar warna hitam yang baru ada itu, Ahok tak keberatan. Menurutnya sofa itu ada karena menyesuaikan kebutuhan Djarot.
"Saya suruh Pak Djarot ketemu Biro Umum, tanya kebutuhannya apa. Kalau saya dulu kan kebutuhannya anak-anak magang banyak nih. Kalau ini kan mungkin untuk terima-terima tamu kan beliau juga masih aktif urus partai. Orang partai kan kalau datang tamunya ramai, PDIP ke sini, DPRD juga ke sini, bisa diskusi kan. Kalau enggak ada sofa gitu di mana duduknya," terangnya.
(aan/nrl)










































