"Nanti kita akan buat training. Minggu depan kalau nggak salah. Nanti langsung pakai, nanti dia bisa tahu. Jadi untuk lurah dan camat sudah terdaftar, kalau ada orang ngelapor di wilayahnya akan kasih tanda ke dia. Jadi dia nggak perlu buka seluruh peta Jakarta, mabok dia nanti lihatnya. Jadi dia khusus kelurahannya dia," ujar Ahok di Balaikota, Jakpus, Selasa (16/12/2014).
Ahok juga menyatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada warga Jakarta dan diutamakan di tingkat RT dan RW. Smart City sendiri memiliki 2 aplikasi yang untuk sementara ini hanya baru bisa digunakan di smartphone android.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita utamakan ke RT/RW dulu. CCTV Januari nanti kita mau pasang 500, sampai akhir tahun 2015 mungkin totalnya jadi 2.500," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Jika aplikasi ini masih sulit diakses, Ahok mengakui hal tersebut karena masih adanya beberapa kendala di servernya. Namun suami Veronica Tan tersebut memastikan, aplikasi Smart City sudah dapat digunakan dengan semestinya pada akhir Desember ini.
"Migrasi servernya belum masuk ke kita, jadi kemarin ada sedikit eror katanya, itu kan memang baru launching, baru tes. Mereka yakin sampai akhir Desember beres," tutup Ahok.
(ear/rvk)










































