"Kita sudah kasih tahu TransJakarta, per Januari 2015, kan sekarang belum turun duitnya," kata Ahok di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2014).
Ahok menambahkan, sebagian sopir TransJakarta merupakan mantan sopir Metromini dan bus umum ukuran sedang lainnya. Sehingga perlu penerapan disiplin berkendara yang lebih baik kepada mereka.
"Kita sudah bilang, TransJakarta ini banyak sopirnya yang mantan sopir Metromini atau yang lain," ucap Ahok.
"(Kalau melanggar aturan lalu lintas) Nggak ada sanksi, operatornya nggak pernah kasih sanksi," tambah Ahok.
Oleh karena itu, Ahok ingin manajemen TransJakarta lebih tegas pada para sopirnya. Seperti pemberian sanksi yang tegas untuk sopir TransJakarta yang melanggar rambu lalu lintas.
"Makanya nanti tahun depan, kalau sopirnya nggak beres mesti dicoret, mobilmu kita kandangi," tutup Ahok.
(ros/vid)











































