Ahok: Saya Bukan Jagoan, Saya Terpaksa Demi Anggaran Negara

Ahok: Saya Bukan Jagoan, Saya Terpaksa Demi Anggaran Negara

- detikNews
Senin, 15 Des 2014 19:25 WIB
Ahok: Saya Bukan Jagoan, Saya Terpaksa Demi Anggaran Negara
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya cerita soal susahnya menegakkan aturan di Ibukota. Sebagai pemimpin, Ahok harus mengambil keputusan yang berisiko. Salah satunya soal pencopotan pejabat besar-besaran yang akan dilakukan pada Desember ini.

“Saya bukan jagoan. Saya terpaksa. Enggak ada pilihan bagi saya untuk amankan anggaran negara ini,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2014).

Hal ini disampaikan Ahok memberikan sambutan di hadapan Wakapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, serta puluhan pejabat elit DKI dalam acara penyerahan DIPA 2015 kepada 10 instansi. Dia juga sempat menyampaikan curhat yang sama saat memberikan sambutan pada acara ulangtahun LKPP di gedung Smesco, Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada satu teman tentara yang baik dan mengingkatkan saya. Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Tapi saya kepalang tanggung amankan anggaran negara ini. SUdah ada 1000 musuh, sekalian saja deh,” kata Ahok dengan gaya khasnya.

“Jadi kita akan stafkan orang yang kerja dengan tidak baik pada akhir Desember ini. Maret nanti kita evaluasi dan stafkan lagi. Bagaimana kalau misalnya kita salah, ada orang baik yang distafkan? Enggak apa-apa, kan bukan dibunuh, bisa diangkat lagi,” ujar ayah dari tiga anak itu.

Akhir Desember ini, Ahok rencananya akan melantik serentak 2.000 pejabat PNS DKI. Di antara pejabat itu ada yang baru diangkat, ada yang dimutasi, ada juga yang dirotasi dan distafkan. Dia mengaku tak khawatir jika di antara ribuan pejabat tersebut ada yang merasa kecewa dan menjadi musuhnya.

“Kalau ada yang sakit hati bisa gabung dengan pendemo (yang tolak Ahok),” dia menegaskan.

(ros/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads