Sutiyoso Siap Banjiri Istana
Senin, 24 Jan 2005 14:32 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak mempermasalahkan bila Istana Presiden kebanjiran, asal masyarakat selamat. Dan atas hal ini, Gubernur DKI Sutiyoso siap membuka pintu Air Manggarai yang bisa membanjiri Istana. "Kalau saya harus buka Pintu Air Manggarai, saya memberitahu dulu kepada peresiden. Dan presiden sudah ngomong silakan saja lakukan yang terbaik," kata Sutiyoso kepada wartawan di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2005). Menurut Sutiyoso, dirinya sudah mendapat lampu hijau dari presiden untuk membuka pintu air Manggarai yang mengarah ke Cikini dan Istana, apabila air di Manggarai betul-betul meluap. Tindakan ini dilakukan untuk memeratakan banjir. Gara-gara pintu air yang mengarah ke Cikini ditutup, banjir hanya melanda daerah-daerah yang berada di dekat Sungai Ciliwung. Menurut Sutiyoso, saat ini status Jakarta masih siaga III. "Ketinggian air di Pintu Air Manggarai masih 765 cm. Jadi, masih siaga III," ujarnya. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga menjadi Ketua Bakornas menyatakan, banjir di Jakarta belum perlu dinyatakan bencana nasional. Menurut dia, bencana banjir di Jakarta ini masih bisa ditangani Pemda DKI. "Belum perlu. Saya tadi pagi sudah memonitor dengan pak gubernur. Dan ini masih bisa ditangani Pemda," kata Kalla kepada wartawan di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
(asy/)











































